Direktur Operasi II PT Wijaya Karya, Bambang Pramudjo membeberkan tantangan yang dihadapi perusahaan selaku penyedia barang dan jasa di supply chain industri migas. Salah satunya adalah penurunan harga minyak dunia.
"Semua supply chain dapat terjadi bila ada keterlibatan vendor dan kontraktor. Tapi kalau harga minyak dunia turun investor masih wait and see, maka akan menyebabkan penurunan permintaan," kata Bambang dalam Bussines Forum Migas 2016 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (20/4).
Tantangan selanjutnya yang harus dihadapi adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dalam hal ini, investor akan lebih melirik tenaga asing dibanding tenaga lokal.
"Di tengah persaingan dalam negeri yang tinggi, datang persaingan dari luar. Tapi kita tetap optimis," ujarnya.
Untuk itu, Bambang menilai rencana pemerintah untuk mensinergikan beberapa perusahaan pelat merah di bidang konstruksi akan menjadi solusi dalam menghadapi tantangan tersebut.
"Kita tidak bisa sendiri, harus dihadapi secara bersama-sama," pungkasnya.