Country General Manager rumah123, Ignatius Untung, mengatakan para pengembang properti perlu mengoptimalkan peran internet untuk menggaet pembeli properti dari generasi milenial. Internet digunakan sebagai media untuk mempromosikan produk maupun edukasi.
Hal itu yang dianggap luput dari perhatian pelaku industri properti. Sebab, kaum milenial dikenal amat dekat dengan internet.
"Sayang sekali industri properti banyak yang tidak melek internet. Apalagi itu merupakan. media mainstream milenial," ungkapnya di Kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (20/12).
Dia menjelaskan, hal itu terlihat dari minimnya penetrasi belanja iklan sektor properti di media. Terhitung, rata-rata belanja iklan sektor properti Indonesia hanya 6 persen saja.
Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, belanja iklan Indonesia tertinggal 14 persen. Sementara dengan Thailand, belanja iklan tertinggal 8 persen.
"Di Indonesia penetrasi belanja iklan real estate online itu baru 6 persen. Malaysia sudah 20 persen, sementara Thailand 14 persen dan Australia sudah 66 persen," tuturnya.
"Bagaimana milenial mau membeli properti kalau industri properti tidak melek internet," tandasnya.