Pemerintah berencana kurangi impor kedelai asal Amerika Serikat

Pemerintah mencoba segala cara untuk mengurangi impor sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi dalam negeri dari berbagai sentimen global. Salah satu yang akan dilakukan adalah mengurangi impor barang-barang konsumsi. Menkeu juga akan berkoordinasi dengan menteri perindustrian untuk menggenjot industri dalam negeri.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pemerintah berencana kurangi impor kedelai asal Amerika Serikat
Sri Mulyani rapat dengan Banggar DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Pemerintah mencoba segala cara untuk mengurangi impor sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi dalam negeri dari berbagai sentimen global. Salah satu yang akan dilakukan adalah mengurangi impor barang-barang konsumsi.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mencontohkan salah satu produk impor yang diharapkan bisa dikurangi adalah kedelai dari Amerika Serikat.

"Sementara itu untuk barang barang yang sifatnya tidak punya substitusi seperti raw material atau disebut bahan baku seperti kedelai yang saya sampaikan itu memang harus dilakukan kepada menteri pertanian. Apakah ada sumber lain atau apakah ada berbagai langkah yang bisa dilakukan dalam rangka mengurangi ketergantungan yang terlalu tinggi," kata Menteri Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (25/7).

Di sisi lain, menkeu juga akan berkoordinasi dengan menteri perindustrian untuk menggenjot industri dalam negeri supaya bisa menghasilkan produk-produk ekspor bernilai tambah.

Tak hanya itu, untuk impor bahan baku sifatnya sebagai bahan produksi yang bersubstitusi impor, pemerintah akan memberikan berbagai kemudahan. Sebab, sebagai negara berkembang, impor bahan baku akan berkolerasi terhadap peningkatan ekspor.

"Makanya untuk barang konsumsi kita akan minta dikurangi, karena dia bisa kurangi substitusi dalam negeri, ini semua dilakukan dalam review kita terhadap neraca pembayaran dan kita sudah liat angkanya sampai dengan semester 1," paparnya.

"Ya jika memang produksi penting untuk menjaga stabilitas dan growth ya kita tidak bisa (kurangi impor) karena kalau diturunkan justru akan menambah masalah komplikasi dalam negeri," pungkasnya.

Halaman
Rekomendasi