Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali menggelar Trade Expo Indonesia (TEI). Pada tahun ini, ajang pameran dagang terbesar di Indonesia tersebut telah memasuki tahun ke-33 dan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan, pameran ini digelar dalam rangka mendorong pertumbuhan ekspor produk-produk Indonesia. Sebab, pada tahun ini pihaknya menargetkan sebanyak 26 ribu pengunjung dari 125 negara hadir dalam pameran ini.
"Penyelenggaraan pemeran salah satu dibutuhkan dalam kondisi ekonomi saat ini. Namun dengan catatan dari Pak Presiden diselenggarakan di tempat yang baik, dilaksanakan dengan baik, jangan memalukan," ujar dia di International Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, Rabu (24/10).
Dia mengungkapkan, dalam ajang ini, perkiraan total nilai kontrak mencapai USD 5,19 miliar. Dengan rincian, kontrak transaksi dagang sebesar USD 513,97 juta dan investasi sebesar USD 4,68 miliar.
"Kita sudah melakukan preexpo dan prekomitmen dengan dukungan dari Kemenlu, ini kerja bareng. Realisasi yang sudah terjadi terdapat 65 rencana kontrak dagang dari 22 negara," jelas dia.
Kontrak dagang tersebut berasal dari Korea Selatan, Austrlia, Arab Saudi, China, Belgia, Perancis, Belanda, Spanyol, Meksiko, Thailand, Chile, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Filipina, Brasil, Inggris, Jerman, Mesir, Nigeria, Italia, Hong Kong, Taipe, UAE, Irak dan Jepang.
"Produknya seperti tekstil dan produk tekstil, otomotif, furniture, produk fesyen, produk kecantikan. Sesuai arahan Pak Presiden, jadi jangan hanya bergantung dari komoditas tertentu saja tapi kita dorong dari yang lain," tandas dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com