Maskapai penerbangan Lion Air Grup bersiap melayani penumpang pada liburan Natal 2017 dan tahun baru 2018. Pada libur panjang tersebut, kepadatan penumpang diperkirakan akan naik 10 sampai 15 persen dibandingkan hari biasa.
"Biasanya kenaikan bisa 10 sampai 15 persen tapi tergantung pada keadaan ekonomi dan kondisi politik. Kan orang mau pilkada tahun depan," ujar Presiden Direktur Lion Air Grup, Edward Sirait di Cengkareng, Banten, Jumat (1/12).
Ada pun daerah yang biasanya mengalami kenaikan penumpang saat libur Natal dan Tahun Baru adalah Medan, Manado, Ambon, Jayapura dan Denpasar. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan permintaan ke daerah lain juga meningkat.
"Se-Indonesia sudah relatif meningkat sekarang. Namun secara tradisional Medan, Manado, Ambon, Jayapura dan Denpasar. Denpasar turis, kalau yang lain-lain kunjungan keluarga," jelasnya.
Tidak menutup kemungkinan maskapai berlogo kepala singa merah tersebut, akan melakukan penerbangan tambahan ke beberapa daerah apabila peningkatan penumpang terjadi secara signifikan.
"Kalau animo naik kita tambah penerbangan. Yang penting kan kita didukung oleh otoritas bandara, pengelola bandara dan perhubungan dalam pemberian izin. Kalau mereka tidak kasih izin kita tidak bisa terbang," jelasnya.