Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menyatakan penggunaan transportasi umum di daerah Jabodetabek khususnya di Jakarta belum maksimal. Dari jumlah keseluruhan penduduk Jakarta, hanya 32 persennya saja yang secara intensif menggunakan transportasi umum. Jika dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura dan Jepang, Indonesia tentu kalah jauh.
"Kita memang masih melihat bahwa jumlah pengguna angkutan umum di Jakarta masih belum banyak, masih 32 persen, sementara negara maju seperti Singapura dan Jepang itu 60 persen dan 70 persen. Tentu itu jadi harapan kita," ujar Menhub Budi di Jakarta, Selasa (4/2).
Menhub Budi meminta agar kesadaran masyarakat dalam menggunakan transportasi umum dapat meningkat, karena menurutnya persentase penggunaan transportasi memang idealnya berkisar 60 persen hingga 70 persen dari jumlah penduduk.
"Makanya kita ajak milenial, (komunitas) emak-emak agar penggunaan transportasi umum bisa lebih ditingkatkan karena kalau tidak didorong, tidak dilakukan peningkatan akan sia-sia," imbuh Menhub Budi.
Advertisement
Gencar Bangun Transportasi Massal
Menhub Budi melanjutkan memang beberapa tahun ke belakang, hadirnya Moda Raya Terpadu (MRT) dan Lintas Rel Terpadu (LRT) menjadi solusi transportasi massal. Transportasi umum dijadikan tumpuan untuk menghilangkan inefisiensi pergerakan di Jabodetabek yang sudah biasa mengalami macet total.
Oleh karenanya, pemerintah gencar membangun MRT dan LRT. Menurut catatan Kemenhub, pembangunan MRT Fase 2 akan selesai 2023, kemudian pembangunan MRT di daerah Timur dan Barat akan dimulai sekitar 2022 dan akan selesai pada 2026 mendatang.