Menteri Sri Mulyani Curhat Utang Lebih Disorot Rakyat Dibanding Kekayaan Negara

Menteri Sri Mulyani, bercerita selama ini masyarakat hanya mengetahui dan menyoroti kondisi utang. Padahal, ada sisi lain seperti aset Indonesia yang terus tumbuh dan cukup besar yang luput dari perhatian. Maka dari itu, dia meminta pegawai Kemenkeu perlu menjelaskan seperti masalah utang secara rinci melalui aplikasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri Sri Mulyani Curhat Utang Lebih Disorot Rakyat Dibanding Kekayaan Negara
Menteri Sri Mulyani soal utang. ©Biro KLI Kemenkeu

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membuka Kompetisi Hackathon generasi UangKita. Hackathon adalah acara kolaborasi pengembangan proyek perangkat lunak. Dalam kesempatan tersebut Menteri Sri Mulyani, bercerita selama ini masyarakat hanya mengetahui dan menyoroti kondisi utang.

Padahal, ada sisi lain seperti aset Indonesia yang terus tumbuh dan cukup besar yang luput dari perhatian. "Yang dilihat utangnya, ketakutan utang terus, aset kita tidak dilihat. Padahal, kita punya Dirjen Kekayaan Negara," ujar Menteri Sri Mulyani di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (1/3).

Selain utang dan aset, masyarakat juga kurang mengenal direktorat-direktorat yang mengurusi keuangan negara. Selama ini, direktorat yang paling banyak dikenal adalah Bea Cukai dan Pajak.

"Perimbangan keuangan tidak populer di mata anak-anak. Anak-anak mahasiswa mau masuk Kemenkeu maunya di pajak dan cukai. Mereka tidak tahu Dirjen perimbangan keuangan," jelasnya.

Maka dari itu, Menteri Sri Mulyani meminta, pegawai Kemenkeu perlu menjelaskan seperti masalah utang secara rinci kepada masyarakat melalui aplikasi ringan. "Jadi saya terus menerus meminta Kemenkeu untuk kreatif. Coba sampaikan apa sih artinya negara RI merdeka artinya punya keuangan negara itu yang disebut APBN atau fiskal policy," tandasnya.

Rekomendasi