Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengingatkan, masyarakat untuk bangga dan berwisata di Indonesia. Bahkan, dia membuat kampanye menggunakan tagar 'Di Indonesia Aja'.
"Saya mau mengingatkan, harus bangga berwisata di Indonesia #diindonesiaaja," kata Menteri Sandiaga dalam Pembukaan Karya Kreatif Indonesia (KKI) Sesi I bertema Eksotisme Lombok secara virtual, Jakarta, Rabu (3/3).
Salah satunya berwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang saat ini sudah memiliki Kuta Mandalika. Pariwisata di Lombok itu, kata dia, harus terus didukung. "Kita dukung NTB dan Kuta Mandalika. Ini harus terus didukung dan eksotisme Lombok," kata Menteri Sandiaga.
Menteri Sandiaga menjelaskan, pariwisata di Mandalika tidak hanya sebagai destinasi wisata prioritas. Melainkan sekaligus membangkitkan dan memberikan harapan untuk memastikan produk kreatif di NTB bisa mendunia.
"Kita di pariwisata bukan hanya melihat mandalika sebagai satu destinasi pariwisata prioritas tapi bagaimana kita membangkitkan dan memberikan harapan," kata dia.
Sebab, lanjut Menteri Sandiaga, tujuan dari digitalisasi UMKM untuk memastikan produk kreatif dari pulau seribu masjid ini bisa menembus pasar global. "Memastikan bahwa produk kreatif dari NTB dari Lombok bisa mendunia. Sebab menurut saya ini kuncinya on boarding digitalisasi," kata dia.
Dia pun berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah menjadikan Lombok sebagai tema dalam program Karya Kreatif Indonesia (KKI) Seri 1. Termasuk mendorong para pelaku UMKM di NTB untuk menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran digital.
"Saya terima kasih ke Pak Perry dan jajaran di BI yang tak henti-henti promosikan QRIS (karena) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Gernas BBI," kata dia mengakhiri.
Advertisement
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno berencana menemui Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Kepada Budi, dia akan meminta para pelaku usaha sektor pariwisata bisa menjadi prioritas vaksinasi Covid-19.
"Malam ini saya akan bicara dengan bapak Menteri Kesehatan bahwa di beberapa daerah dan 34 juta pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini dapat menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksinasi," tutur Sandiaga di Sekolah Tinggi Pariwisata NHI (National Hotel Institute) Bandung, Jawa Barat, Senin (22/2).
Sandiaga mengatakan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif telah lama terdampak pandemi. Bahkan sebelum kasus pertama diumumkan di Indonesia, sektor ini sudah mulai terdampak.
Untuk itu, dia berharap vaksinasi untuk para pelaku usaha sektor ini bisa mulai dilakukan pada Maret 2021. Sandiaga mengusulkan Bali menjadi lokasi perdana yang diberikan vaksinasi sektor pariwisata.
"Harapannya bisa dimulai segera pada awal atau pertengahan Maret 2021, kick off-nya kita usulkan di Bali karena di Bali yang paling terdampak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif-nya," kata dia.
Sandiaga mengatakan pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif sangat bergantung pada kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan 3M. Pun dengan upaya 3T yang dilakukan pemerintah. Sementara program vaksinasi yang menjadi ujung tombaknya.