Menteri Saleh: Produsen batik sulit bahan baku

Sebab, gondorukem atau getah pohon pinus sudah banyak diekspor.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Menteri Saleh: Produsen batik sulit bahan baku
batik. ©2012 Merdeka.com

Kewajiban pemerintah melestarikan batik kian meningkat pasca-kain tradisional itu dikukuhkan sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya nonbendawi oleh UNESCO pada 2009. Celakanya, produsen batik saat ini tengah menghadapi kesulitan bahan baku.

"Hal ini perlu mendapatkan perhatian mengingat UNESCO dalam waktu tertentu setelah pengukuhan tersebut akan melakukan evaluasi," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin saat mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Gelar Batik Nusantara 2015 di Jakarta Convention Centre (JCC), Rabu (24/6).

Selama ini, kata Saleh, gondorukem atau getah pohon pinus, banyak diekspor. Ini membuat produsen batik dalam negeri justru kesulitan mendapatkan salah satu bahan penguat warna batik tersebut.

"Saat ini produksi gondorukem nasional hanya 80 ribu ton per tahun dan dipasok dari PT Inhutani I dan III di Sumatera dan Sulawesi," katanya. "Sedangkan kebutuhan dalam negeri mencapai 70 ribu ton per tahun, namun ada kekurangan sekitar 20 ribu ton per tahun karena sebagian produksi gondorukem banyak diekspor."

Untuk mengatasi itu, Kementerian Perindustrian bakal terus memfasilitasi pengadaan mesin daur ulang limbah pengolahan gondorukem.

Rekomendasi