Menteri Rini: 10.000 ATM milik Bank BUMN akan digabung akhir 2016

Menteri Rini juga membentuk perusahaan prinsipal sinergi sistem pembayaran Bank BUMN.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Menteri Rini: 10.000 ATM milik Bank BUMN akan digabung akhir 2016
Menteri BUMN Rini Soemarno. ©2014 Merdeka.com

Himpunan Bank-Bank milik Negara (Himbara) sepakat akan mensinergikan sistem pembayaran untuk meningkatkan efisiensi transaksi perbankan dan kedaulatan sistem pembayaran di Tanah Air.

Saat ini, anggota Himbara terdiri atas PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengatakan sinergi kali ini akan menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dengan membentuk sebuah perusahaan prinsipal yang akan memfasilitasi proses switching transaksi antara bank-bank Himbara.

"Bisnis plan akan bisa terbentuk akhir 2017 mendatang, untuk akhir 2016 membentuk uji coba perusahaan dan ada ATM yang digabungkan ada 10.000 ATM," ujar Rini di kantornya, Jakarta, Jumat (9/9).

Pada tahap awal, pembentukan entitas perusahaan yang akan menjadi prinsipal dilakukan oleh Telkom melalui penyertaan modal awal yang bersifat sementara hingga terbentuknya Holding BUMN Keuangan.

"Selanjutnya, Holding BUMN Keuangan akan menjadi pemegang saham mayoritas dalam perusahaan prinsipal," ungkapnya.

Dengan terciptanya ekosistem National Payment Gateway (NPG), diharapkan akan tercipta efisiensi di dalam sistem pembayaran nasional.

"Bagi bank-bank Himbara, sinergi ini akan menghemat biaya dalam pengelolaan ATM yang diperkirakan mencapai Rp 6,8 triliun serta memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat," ucap Rini.

Rekomendasi