Menko Rizal kesal Freeport buang limbah berbahaya ke sungai Papua
Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menuding PT Freeport Indonesia membuang limbah sembarangan di Papua. Menurut dia, limbah yang dihasilkan dari proses penambangan ini dibuang ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu.
Rizal menyebut limbah Freeport merusak ekosistem. Namun, tidak ada tindakan tegas para penegak hukum atas tindakan Freeport tersebut.
"Freeport seenaknya, limbah dan galian yang diaduk pake mercury (senyawa kimia beracun) dibuang begitu saja ke sungai. Ikan-ikan pada mati, penduduk menderita," tegasnya di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (9/10).
Mantan menko perekonomian ini menegaskan perusahaan sebesar Freeport harus mampu melakukan pengolahan limbah sebelum dibuang. Dia menilai Freeport tak mau keluarkan dana pengolahan limbah sehingga mereka langsung buang ke sungai.
"Enggak ada susahnya memproses limbah itu, tapi karena tamak (greedy) tidak mau bayar (mengeluarkan uang)," ungkapnya.
Kondisi ini diperparah dengan penegakan hukum yang lemah. Dengan begitu, perusahaan asing bakal terus melakukan pencemaran lingkungan. Beda dengan negara asalnya, Amerika Serikat yang memberlakukan sanksi tegas untuk perusahaan asing yang mencemarkan lingkungan.
"Kalau merusak lingkungan hidup seperti British Petroleum (BP) di Teluk Meksiko bayar denda puluhan miliar dolar," tutupnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya