Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menko Luhut Sebut Omnibus Law Jadi Langkah Pemerintah Reformasi Perekonomian

Menko Luhut Sebut Omnibus Law Jadi Langkah Pemerintah Reformasi Perekonomian Dipimpin Luhut, Dua Menteri hingga Bos Swasta-BUMN Genjot Ekonomi Banyuwangi. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan, dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19, Indonesia perlu melakukan reformasi perekonomian. Salah satu caranya dengan menyusun omnibus law.

Menko Luhut melanjutkan, dalam persaingan global, Indonesia tidak boleh bersikap introvert. Tidak boleh hanya mengurusi urusan di dalam negeri saja. Perlu juga melihat tren perkembangan zaman secara global.

"Kan kita bersaing global, kita tidak boleh introvert. Kita tidak boleh hanya lihat ke dalam, kita harus lihat ke luar," kata dia dalam Pidato Ilmiah Indonesia In The Exta Ordinary Time di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat, (14/8).

Bahu-Membahu Temukan Vaksin

temukan vaksinRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Di sisi lain, antar negara saat ini juga tengah bekerja sama untuk menemukan vaksin dari virus corona ini. Sebab, vaksin menjadi penentu kembali bergeraknya perekonomian dunia seperti sedia kala.

"Orang mulai melihat ada trade off mengenai vaksin karena menyangkut kemanusiaan. Dan itu sekarang mengarah," kata dia.

Saat ini sudah ada beberapa jenis vaksin yang sedang dilakukan pengembangan. Ada vaksin G42 yang tengah dikerjakan Indonesia dengan Sinovac. Menko Luhut menyebut kerja sama ini terjalin berkat hubungan baik Presiden Joko Widodo dengan Pangeran Abu Dhabi, Zayedmed Bin Zayed

"Dengan Presiden Jokowi, mereka telepon-teleponan. Mereka bilang mau coba bikin, saya bilang Pak Presiden, Pak kita harus dorong ini," kata Menko Luhut.

Tak hanya itu, pemerintah Indonesia saat ini sedang mengembangkan vaksin merah putih yang dikerjakan oleh para ilmuwan di Indonesia. Untuk itu, dia menilai pandemi ini ternyata membawa banyak keuntungan dengan mendorong tiap negara bergerak lebih cepat.

"Jadi kita harus melihat juga, Covid-19 ini punya sisi yang membuat kemandirian kita menjadi baik," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP