Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Luhut kesal penurunan dwelling time tak diikuti biaya bongkar muat

Luhut kesal penurunan dwelling time tak diikuti biaya bongkar muat Menko Luhut di Taksi Blue Bird. Anggu P Situmorang©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan meski waktu bongkar muat (dwelling time) pelabuhan sudah turun namun tidak diikuti biaya. Saat ini, waktu bongkar muat berada di kisaran 3 hari.

"'Dwelling time' memang berhasil diturunkan jadi 3 hari sekian. Tapi saya pribadi belum puas, karena ternyata kami cek, cost (biayanya) masih tinggi," katanya dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Rabu (14/6).

Menko Luhut menduga ada permainan pada proses bongkar muat. Maka dari itu, pihaknya akan mengkaji struktur pengenaan biaya agar dapat ditekan.

"Mereka juga tidak mau meninggalkan comfort zone. Orang menikmati ketidakteraturan itu, di situlah bisa bikin macam-macam. Kita juga tahu masak untungnya tidak ada, tapi kalau untungnya keterlaluan ya tidak benar," katanya.

Menko Luhut mengatakan dalam kajian pihaknya, angka inefisiensi dalam biaya logistik paling besar berada di pelabuhan karena mencapai hingga 50 persen. Selanjutnya baru bahan bakar minyak (BBM) dan belanja modalnya.

Jika biaya-biaya di pelabuhan dapat dipangkas, termasuk biaya pemindahan kontainer, dia memastikan efisiensi dapat dicapai sehingga biaya logistik dapat ditekan. "Habis Lebaran atau mungkin minggu depan saya mau Pelindo harus lapor. Saya bilang ke Bu Rini (Menteri BUMN) kalau macam-macam begini suruh ganti saja. Saya sudah lihat angka-angka itu, kalau punya idealisme, itu harus diperbaiki, disiplinkan," katanya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP