Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, salah satunya adanya industri halal yang sudah berjalan dengan nilai mencapai USD 3 miliar di tahun 2020. Menurutnya, pengembangan industri halal ini juga trennya terus meningkat setiap waktunya.
"Pada tahun 2020, nilai perdagangan industri halal Indonesia telah mencapai USD 3 miliar dengan tren yang meningkat," kata Wimboh dalam webinar Perbankan Syariah, Rabu (10/2).
Kepastian tumbuhnya ekonomi syariah ke depan juga tak lepas dari catatan pertumbuhan ekonomi syariah yang tinggi di tahun 2019 yaitu sebesar 5,72 persen PDB nasional saat itu yang 5,02 persen. Selain itu, Indonesia juga unggul dalam hal populasi masyarakat beragama muslim dengan porsi sebanyak 87 persen atau setara 230 juta penduduk.
Penduduk Indonesia yang terdiri dari 56,7 perssn penduduk perkotaan dan 43,3 persen tinggal di pedesaan juga membuat target pasar sektor jasa keuangan syariah semakin kompleks. "Indonesia juga menduduki peringkat ke-2 The Most Developed Countries in Islamic Finance," katanya.
Bahkan, Bursa Efek Indonesia juga dinobatkan sebagai The Best Islamic Capital Market dari Global Islamic Finance Awards selama 2 tahun berturut-turut. Selain itu, Indonesia juga mendapat peringkat ke-4 Global Islamic Economy Indicator Score dengan peringkat 6 di Islamic Finance.
Advertisement
Literasi Keuangan Syariah Masih Rendah
Direktur Dapartemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Prijono mengakui literasi keuangan syariah di Indonesia masih cukup rendah. Bahkan berdasarkan hasil survei yang dilakukan indeks literasi hanya 16,3 persen saja.
"Indeks literasi itu 16,03 artinya bahwa dari 100 orang baru sekitar 16 orang saja yang paham mengenai ekonomi syariah ini," jelas dia dalam acara Sosialisasi Brand Ekonomi Syariah dan Panduan Penggunaanya, secara virtual, Rabu (10/2).
Dia menyadari literasi keuangan syariah di Tanah Air masih harus perlu didorong. Sebab, peran dari kontribusi keuangan syariah sendiri cukup besar untuk membantu pemulihan ekonomi Indonesia. Dalam pengembangannya, memang membutuhkan penguatan sinergi dan koordinasi dari berbagai pemangku kepentingan. Baik pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi serta masyarakat dan lain sebagainya.
"Selain itu juga pemahaman bagaimana masyarakat mengenai ini juga menjadi penting. Menjadi suatu hal yang perlu dilakukan dan perlu terus ditingkatkan pelibatan seluruh komponen bangsa dalam mendorong ekonomi syariah akan berhasil kalau pemahaman semua itu memiliki pemahaman yang cukup kuat tentang ekonomi syariah ini," jelas dia.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com