Ekonom Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan impor beras yang dilakukan pemerintah hanya untuk solusi jangka pendek. Untuk jangka panjang, pemerintah harus bisa kendalikan harga beras.
"Menurut saya itu (impor) hanya untuk jangka pendek saja, kedepannya pemerintah harus lebih agresif lagi untuk pengendalian harga beras," ujar Yudhi dalam diskusi Senator Kita yang diselenggarakan merdeka.com, RRI, IJTI, IKN dan DPD RI di Gedung Pers, Jakarta, Kamis (22/10).
Yudhi mengakui janji Presiden Joko Widodo untuk swasembada pangan memang perlu tahapan. Namun, kata dia, pengendalian harga beras lebih dapat dinikmati masyarakat.
"Yang terpenting bagi masyarakat harga turun. Sudah itu saja," kata dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo membenarkan adanya rencana impor beras dari Vietnam pada akhir 2015. Pembelian ini dilakukan sebagai langkah pemerintah untuk menjaga kestabilan cadangan beras nasional.
"Ini impor itu kita lakukan untuk memperkuat cadangan beras nasional, tetapi bisa ditaruh di Vietnam atau Thailand, bisa ditaruh di sini," ujarnya usai membuka Trade Expo Indonesia ke-30 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (21/10).
Pemerintah masih menunggu perkembangan hingga akhir tahun sembari melihat kondisi cuaca di Indonesia. Jika kemarau masih melanda hingga akhir Oktober 2015, tidak menutup kemungkinan beras-beras tersebut akan dibawa ke Indonesia.
"Nah diputuskan kalau sudah kelihatan, kalau minggu ketiga minggu keempat Oktober hujannya masih ragu-ragu, ya memang kalau perlu ditarik ke Indonesia," katanya.
Namun, Jokowi belum dapat memastikan berapa banyak beras yang akan dibeli Indonesia dari Vietnam. "Jadi belum diputuskan (berapa banyak), tapi beras sudah ada, iya (impor)," tutupnya.