Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemenperin gelar IFCC tingkatkan industri alas kaki nasional

Kemenperin gelar IFCC tingkatkan industri alas kaki nasional sepatu lokal. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI), unit di bawah Ditjen Industri Keci Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian melaksanakan lomba desain alas kaki bertajuk International Footwear Creative Competition (IFCC), sebagai upaya dalam penumbuhan dan peningkatan daya saing IKM alas kaki nasional.

"Sejak 2017, lewat IFCC, kami ingin memperkuat branding BPIPI sebagai salah satu acuan untuk pelaksanaan event kreatif di Indonesia dengan meluncurkan paket 3in1 creative footwear competition, yaitu Design, Photography, dan Videography," kata Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakartadi kutip Antara, Senin (23/4).

Dia menambahkan, sasaran dari lomba ini adalah generasi milenial karena mereka akan menjadi peluang dan potensi bisnis jangka panjang, seiring jumlah populasi Indonesia pada tahun 2025 yang akan didominasi oleh usia 20-39 tahun sebanyak 30 persen.

Sehingga, desain, fotografi dan videografi dinilai bisa memberikan inspirasi baru bagi generasi muda untuk lebih mendalami bisnis IKM alas kaki. Diharapkan mampu menumbuhkan pelaku IKM dan penguatan branding alas kaki nasional.

"Tentu segmen ini mempunyai karakteristik unik sehingga dibutuhkan pendekatan yang kreatif untuk menciptakan ketertarikan profil segmen pada industri alas kaki ini, antara lain kecenderungan pada anti arus utama, semangat, respon cepat, peluang menciptakan pasar baru, urban, komunitas berbasis hobi, serta berbasis media online dan 'customized'," imbuhnya.

IFCC tahun 2018 dibuka untuk umum dengan target 300-400 peserta dari berbagai komunitas, pelajar, dan perguruan tinggi. Peserta yang ingin mengikuti kegiatan ini dapat mendaftar melalui link bit.ly/makerstalkDKI atau melalui website resmi www.bpipi.kemenperin.go.id/ifcc2018/.

Gati optimistis, di masa datang, konsumsi alas kaki akan semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan tingkat daya beli. Tidak hanya pasar lokal yang berpotensi besar, peluang pasar ekspor untuk produk alas kaki juga sangat menjanjikan.

Kemenperin mencatat, dalam periode lima tahun (2012-2016) terjadi peningkatan signifikan terhadap konsumsi per kapita masyarakat Indonesia terhadap alas kaki yang semula hanya 1,8 pasang menjadi 3,3 pasang per tahun. Artinya rata-rata kebutuhan sepatu orang indonesia lebih dari tiga pasang per tahun.

Bahkan, kinerja industri alas kaki nasional mampu tumbuh positif. Pada tahun 2017, kontribusi PDB industri alas kaki sebesar Rp 26,5 triliun, dengan pertumbuhan mencapai 2,4 persen. Sementara, nilai ekspor industri alas kaki juga tumbuh sebesar 4,9 miliar dolar AS pada 2017.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP