Kemenkeu Incar Rp 2 Triliun dari Penerbitan Suku Tabungan ST004

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Luky Alfirman menargetkan penjualan Sukuk Tabungan seri ST-004 dapat meraup dana Rp 2 triliun. Target tersebut terbilang moderat karena menjaga tingkat konsumsi menjelang bulan Ramadan.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Kemenkeu Incar Rp 2 Triliun dari Penerbitan Suku Tabungan ST004
Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Kementerian Keuangan telah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Tabungan ST004. Sukuk tabungan ini bisa mulai dipesan mulai 3 Mei 2019 pukul 09.00 WIB hingga 21 Mei 2019 pukul 10.00 WIB.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Luky Alfirman menargetkan penjualan Sukuk Tabungan seri ST-004 dapat meraup dana Rp 2 triliun. Target tersebut terbilang moderat karena menjaga tingkat konsumsi menjelang bulan Ramadan.

"Kita memang memperhitungkan THR, tapi kita tahu konsumsi juga cukup tinggi ketika masa Ramadan. Makanya target cukup moderat sebesar Rp 2 triliun," kata dia di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (3/5).

Menurut dia target sebesar Rp 2 triliun tersebut tetap masih bisa ditingkatkan seperti biasanya. Pemerintah telah resmi membuka masa penawaran ST-004 secara online melalui e-SBN pada hari ini.

"Iya (bisa lebih dari Rp 2 triliun). Kembali ke tadi untuk sementara target kita tetapkan Rp 2 triliun," lanjut dia.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR, Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan, ST-004 juga bertujuan untuk menjaring sebanyak-banyaknya investor ritel. Dengan bertambahnya investor dalam negeri diharapkan porsi kepemilikan asing di SBN bisa berangsur menurun.

"Tahun ini ada 10 SBN ritel yang diluncurkan, dengan bertambahnya jumlah investor ritel maka porsi kepemilikan asing diharapkan bisa terus berkurang," kata dia.

Sebagai informasi, masa penawaran ST004 akan berlangsung mulai tanggal 3 sampai 21 Mei 2019. Sukuk non-tradeable ini memiliki tenor dua tahun. ST004 menawarkan tingkat imbal hasil minimal sebesar 7,95 persen per tahun didasarkan pada suku bunga acuan Bank Indonesia.

ST-004 dapat dipesan dengan pembelian minimum Rp 1 juta dan maksimum Rp 3 miliar. Underlying Asset atau jaminan sukuk tersebut adalah Barang Milik Negara (BMN) dan Proyek APBN tahun 2019. Sementara akadnya adalah Wakalah

Pembayaran kupon pertama bagi pembeli adalah 10 Juli 2019 dan seterusnya akan dikirimkan setiap tanggal 10 setiap bulan. ST-004 juga memiliki fitur Pencairan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) yang dimulai 23 April 2020 hingga 4 Mei 2020.

Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di ST004 dapat mengakses web Sukuk Tabungan di www.kemenkeu.go.id/sukuktabungan atau menghubungi 20 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online).

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Direktorat Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Republik Indonesia telp. (021) 3505052 pesawat 2502, 3515296 faximile (021) 3510728email sukuknegara@kemenkeu.go.id situs www.kemenkeu.go.id/sukuktabungan.

Rekomendasi