Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja meresmikan Jembatan Kapuas Tayan sepanjang 1.650 meter di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Pada peresmian ini, Jokowi juga memberi nama jembatan tersebut dengan Jembatan Pak Kasih.
Menurut Jokowi, pembangunan jembatan ini sekaligus membuktikan bahwa pemerintah tidak Jawa-sentris ketika membangun infrastruktur.
"Kita sekarang ini tidak Jawa-sentris, yang dikerjakan infrastruktur selalu Jawa tidak, harus diberikan prioritas yang di luar Jawa, perbatasan," kata Presiden Jokowi seperti ditulis Antara, Selasa (22/3).
Presiden mengatakan esok hari akan ke Entikong untuk memastikan proyek perluasan jalan terus berjalan dan berkembang. Dia mencontohkan jika dulu saat 2014, jalan di wilayah perbatasan ukuran lebarnya hanya 5 m saat ini telah menjadi 20 m.
Presiden juga berjanji bahwa pembangunan jalan di sisi pinggir atau pembangunan jalan lintas paralel (pinggir garis batas) perbatasan di Pulau Kalimantan, yang berbatasan langsung dengan Serawak hingga Sabah, Malaysia sepanjang 1.900 km akan selesai 2019.
"Kita sekarang ini tidak Jawa sentris, harus diberikan prioritas pada luar Jawa termasuk wilayah perbatasan," ucap Presiden.
Jalan lintas paralel perbatasan adalah jalan yang sejajar dengan garis perbatasan Indonesia-Malaysia. Membentang dari ujung Barat hingga ujung Timur Pulau Kalimantan, melintasi 3 Provinsi yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.