Intip rahasia tersembunyi di balik melimpahnya panen padi Subang
Merdeka.com - Plant pemurnian gas karbondioksida (CO2) Subang tampak berdiri megah di tengah hamparan ratusan hektare sawah hijau. Plant ini merupakan salah satu aset migas Indonesia yang dikelola PT Pertamina EP.
Salah satu teknisi Pertamina EP, Deden, menjelaskan kehadiran plant ini menjadi berkah tersendiri bagi petani sekitar. Sebab, gas karbondioksida (CO2) yang diproduksi Pertamina EP membantu menyuburkan padi petani.
Pria asli Subang ini menjelaskan, gas CO2 yang sebagian dibuang dalam proses produksi diserap oleh tanaman padi untuk membantu memaksimalkan saat berfotosintesis. Maka dari itu, masa panen padi di sekitar plant berbeda. Di mana dalam setahun mampu panen tiga kali.
"Biasanya kan dua kali, di sini bisa tiga kali. Selain itu, dibantu proses irigasi yang juga baik," ujarnya pada merdeka.com saat program site visit yang diselenggarakan oleh SKK Migas, Subang, Jawa Barat, Senin (18/7).
Manajer Humas Pertamina EP, Muhammad Baron, mengatakan plant pemurnian CO2 ini beroperasi sejak Oktober 2003. Plant ini didesain untuk menurunkan kadar CO2 dari 23 persen menjadi 5 persen.
"Gas CO2 yang dijual ke PT Aneka Gas Industri sebesar 1.820 MMSCFD," katanya.
Selain di Subang, lanjutnya, juga terdapat plant pemurnian CO2 lain di Cilamaya. Plant tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2000 dan didesain untuk menurunkan kadar CO2 dari 40 persen menjadi 5 persen.
"CO2 dari plant Cilamaya dijual ke PT Samator sebanyak 1.172 MMCFD," tuturnya. (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya