Helikopter dinilai layak jadi transportasi alternatif di kota besar

Ini dinilai bisa mengurangi kepadatan jalan raya.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Helikopter dinilai layak jadi transportasi alternatif di kota besar
helikopter. Roland IJdema / Shutterstock.com

Helikopter sudah selayaknya dipertimbangkan sebagai transportasi alternatif di kota-kota besar Indonesia. Ini dinilai bisa mengurangi kepadatan jalan raya.

"Ini akan kurangi kepadatan kendaraan bermotor di jalan. Seperti tahun baru itu ke Bandung 18 jam," kata Chief Executive Officer Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja, Jakarta, Kamis (31/3).

Dia mengungkapkan, kota besar semacam Jakarta memliki 16 juta kendaraan bermotor. Sedangkan pertumbuhan kendaraannya mencapai 10 persen-16 persen per tahun.

"Penduduk juga meningkat. Ini kalau di tahun-tahun ke depan, kepadatan makin besar, pengembangan infrastruktur diharapkan paralel dengan pembangunan alat transportasi seperti railway sehingga semua kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi," ungkapnya.

Terkait itu, Denon meyakini bisnis penyewaan helikopter memiliki prospek cerah. Sepanjang harga sewa masih dapat dijangkau masyarakat.

"Saya melihat pemerintah bukan hanya fokus pada jalan, tetapi LRT, railway. Harapannya helikopter juga menjadi alternatif."

Rekomendasi