Harga rokok di Indonesia lebih mahal dibanding negara kawasan Asia

Penilaian tersebut berdasarkan indeks keterjangkauan yang diukur melalui rasio Price Relative to Income (PRI), rasio yang memperhitungkan faktor daya beli ke dalam analisa keterjangkauan harga.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Harga rokok di Indonesia lebih mahal dibanding negara kawasan Asia
Rokok. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo menegaskan bahwa harga rokok di Indonesia terbilang sangat tinggi. Bahkan, harga rokok di Indonesia lebih tinggi dari negara-negara seperti Jepang, Korea, China, Hong Kong, Australia, Singapura, Malaysia, Myanmar, dan Vietnam.

Penilaian tersebut berdasarkan indeks keterjangkauan yang diukur melalui rasio Price Relative to Income (PRI), rasio yang memperhitungkan faktor daya beli ke dalam analisa keterjangkauan harga.

"Kalau dibandingkan dengan harga rokok terhadap pendapatan per kapita, harga rokok Indonesia relatif mahal dibandingkan negara-negara lainnya," ucap Yustinus di Jakarta.

Menurut Yustinus, industri rokok nasional akan terpuruk jika harganya dinaikkan. "Industri Hasil Tembakau saat ini sudah memasuki sunset industry. Ini akan berdampak dari hulu ke hilir, mulai dari petani, buruh, sampai pengasong. Ini harus dipikirkan," ucap dia.

Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan juga mengatakan harga rokok di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia. Faktor daya beli masyarakat dalam lima tahun terakhir ini menjadi acuannya.

"Kalau secara nominal absolut memang benar. Tapi kalau mempertimbangkan daya beli, rokok di Indonesia sudah mahal," kata kata Kepala Sub Direktorat Komunikasi dan Publikasi Ditjen Bea Cukai Deni Surjantoro beberapa waktu lalu.

Deni menjelaskan pemerintah tidak akan gegabah menaikkan harga rokok. Dampak negatifnya akan berimbas terhadap kelangsungan industri. "Jika lebih dari titik kulminasinya, kenaikan seberapa pun justru menurunkan. Kami selalu berhati-hati agar kebijakan tetap optimum," tutur dia.

Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi, sebelumya menyatakan harga jual sebatang rokok di Indonesia merupakan yang tertinggi setelah dibandingkan dengan pendapatan per kapita per hari masyarakat.

"Secara nominal harga rokok di Indonesia memang relatif lebih rendah daripada Singapura atau negara maju lain. Tapi kalau kita bandingkan secara relatif terhadap pendapatan per kapita per hari, sebenarnya harga jual satu batang rokok kita termasuk yang tertinggi," ucapnya.

Rekomendasi