Harga daging masih di atas Rp 100.000, pedagang tak mau disalahkan

Pedagang menyalahkan pengusaha penggemukan sapi yang menjual dengan harga tinggi.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Harga daging masih di atas Rp 100.000, pedagang tak mau disalahkan
pedagang daging sapi mogok berjualan. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Asosiasi Pengusaha Daging dan Sapi Potong Indonesia (Apdasi) Jawa Barat mengaku, hingga akhir masa mogok jualan, harga daging sapi masih tinggi. Penyebabnya, harga dari feed loader (pengusaha penggemukan sapi) juga tinggi, masih di atas Rp 40.000/ kilogram.

"Masih di atas Rp 100.000 penjualannya. Tidak ada penurunan signifikan. Kalau di bawah Rp 40.000 jadi turun signifikan," kata Ketua Apdasi Jabar, Dadang Iskandar, di sela tinjauannya bersama Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Pasar Kosambi Bandung, Rabu (12/8).

Ahmad Heryawan menyatakan hal sama. Harga yang diterima bandar dari pengusaha penggemukan sapi tidak ideal. Biasanya usai lebaran, harga dari feed loader di kisaran Rp 36.000/kilogram. Tapi yang terjadi saat ini di atas Rp 40.000/kilogram.

"Kalau tinggi sulit juga. Kalau dipotong dijual tidak laku kan bahaya. Kalau Rp 36.000-38.000/kg masih wajar harga daging sapi," ungkapnya.

Aksi mogok jualan daging sapi di beberapa daerah akan berakhir Rabu (12/8). Ahmad Heryawan meminta pedagang kembali berjualan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Saya minta segera atas nama pemerintah Jabar untuk segera jual daging ke pasaran," ucapnya.

Operasi pasar murah di Bandung Raya digelar sejak Sabtu (8/8) lalu. Di mana harga daging sapi per kilogramnya dibanderol Rp 90.000/kg.

Rekomendasi