Komisi VI DPR RI melakukan Rapat dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, guna membahas kebijakan Kementerian Perdagangan yang membuka keran impor beras 500 ribu ton. Dalam rapat tersebut hadir pula Dirut Bulog dan Dirut PT PPI.
Enggar mengatakan kebijakan tersebut bertujuan untuk menurunkan harga beras. Dia pun mengklaim impor tersebut terbukti mampu menekan tren kenaikan harga beras di Pasar meskipun belum terlalu signifikan dampaknya.
"Sesudah kami umumkan mengenai rencana impor beras itu, maka tren kenaikan itu tidak naik, Kemudian terjadi penurunan (harga beras) beberapa ratus rupiah sampai Rp 700 rupiah," ungkapnya di Jakarta, Kamis (18/1).
Namun, meski sudah terjadi penurunan, namun fluktuasi harga beras masih terjadi. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan akan terus menjaga stabilitas harga beras terutama dengan memastikan suplai beras yang cukup ke pasar.
"Ini sekarang kita berada pada maintain ada kenaikan dan turun tidak terlalu besar. Tidak bisa dipaksa turun terlalu jauh karena suplainya harus didorong," jelas Enggar.