Di depan DPR, Sri Mulyani banggakan kinerja asuransi RI

Menteri Keuangan Sri Mulyani membanggakan pencapaian industri asuransi Indonesia. Sebab, dalam lima tahun aset asuransi Indonesia naik 10 persen dari total aset jasa keuangan. Pada 2010 aset asuransi mencapai Rp 105,2 triliun dan meningkat di 2015 mencapai Rp 853,4 triliun.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Di depan DPR, Sri Mulyani banggakan kinerja asuransi RI
Sri Mulyani. ©AFP PHOTO/KAZUHIRO Nogi

Menteri Keuangan Sri Mulyani membanggakan pencapaian industri asuransi Indonesia. Sebab, dalam lima tahun aset asuransi Indonesia naik 10 persen dari total aset jasa keuangan.

"Seluruh aset asuransi terhadap total aset jasa keuangan kira-kira masih 10 persen. Aset asuransi di Indonesia tumbuh lebih dari 2 kali lipat dalam 5 tahun terakhir," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (22/2).

Sri Mulyani membeberkan pada 2010 aset asuransi mencapai Rp 105,2 triliun dan meningkat di 2015 mencapai Rp 853,4 triliun. Hal ini menjadi bukti meleknya masyarakat Indonesia terhadap asuransi.

"Seiring banyaknya masyarakat Indonesia yang beli dan memikirkan masa depan putra putri maka dia akan konsumsi jasa asuransi," katanya.

Namun, jika dibandingkan dengan negara di ASEAN, Indonesia masih kalah jauh. Pengguna asuransi ASEAN mencapai 3,5 persen sedangkan Indonesia hanya 1,9 persen. Kendati demikian, Indonesia masih jadi magnet untuk asuransi Internasional.

"Rata-rata ASEAN 3,5 persen saja maka bisa diprediksi growth penetrasi asuransi Indonesia. Karena besar prospek ini dilihat banyak pemain internasional melihat Indonesia market besar untuk asuransi," jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan penyebaran asuransi sudah merata diseluruh Indonesia dengan total asuransi 1.858 kantor.

"Kantor atau 52 persen di Jawa. Rata-rata 781.000 nasabah per kantor, Papua dan Maluku hanya satu kantor cabang melayani lebih dari 818.000 nasabah meskipun area coveragenya sangat besar," tutupnya.

Rekomendasi