Di depan anggota DPR, Menteri Jonan ledek mahalnya tiket Susi Air

Pemerintah saat ini akan membangun bandara berlandasan pacu panjang untuk menurunkan harga tiket di Indonesia Timur.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Di depan anggota DPR, Menteri Jonan ledek mahalnya tiket Susi Air
sidang paripurna kabinet kerja. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan hari ini mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam presentasinya di hadapan para wakil rakyat, dia menyindir Menteri Susi Pudjiastuti yang memiliki maskapai penerbangan perintis yang harganya mahal.Saat itu, Jonan tengah menjelaskan prioritas pembangunan anggaran tambahan yang diterimanya dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015 sebesar Rp 16 triliun. Dana tambahan tersebut akan digunakan untuk memperpanjang landasan pesawat yang ada di bandara-bandara terutama di Indonesia Timur."Di Indonesia Timur itu kalau beda harga tiketnya cuma Rp 1 juta itu masih murah pak. Ini nanti jadi prioritas untuk perpanjang runway bandara di Indonesia Timur. Saat ini runwaynya masih sangat pendek hanya untuk pesawat jenis ATR. Dan itu tiketnya jadi lebih mahal seperti yang dimiliki maskapai bu Susi ketimbang harga tiket biasa pak," ujar Jonan dalam paparannya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (21/1).Untuk itu, Jonan menegaskan tidak akan lagi membuat bandara dengan landasan pacu pendek. Jonan menjelaskan, dengan landasan pacu panjang, maka akan semakin banyak pesawat dapat mendarat di bandara tersebut.

Sehingga, kata dia, dapat mengurangi harga tiket yang lebih mahal saat ini. Harga tiket dalam bandara berlandasan pendek dapat mencapai Rp 2 juta-Rp 3 juta ketimbang bandara biasa lainnya."Nanti Indonesia Timur akan dipegang Angkasa Pura I. Sehingga pesawat-pesawat yang besar jenis Boeing bisa masuk ke bandara tersebut dan dapat mengurangi harga tiket," pungkas dia.

Rekomendasi