Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Desainer interior lokal tak laku untuk mal dan apartemen di Indonesia

Desainer interior lokal tak laku untuk mal dan apartemen di Indonesia Ilustrasi mall. ©Shutterstock.com/Rostislav Glinsky

Merdeka.com - Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Lea Aviliani Aziz, mengatakan perkembangan industri kreatif terutama desain interior cukup pesat di Indonesia. Hal tersebut terbukti dengan penggunaan desainer interior dalam negeri secara masif.

Namun, desainer lokal tidak laku untuk proyek-proyek mal dan apartemen di Indonesia. "Kita untuk desain interior ya hotel-hotel yang hebat, airport, itu semuanya itu 85 persen made by Indonesia. Kita tidak pakai luar negeri. Yang 15 persen luar negeri itu biasanya mal dan apartemen," ujarnya dalam Pameran INDEX Mozaik Indonesia 2017, di JCC, Jakarta, Kamis (5/10).

Sementara, penyerapan produk industri perabotan atau furniture dalam negeri juga masih rendah. Menurut Lena, produk perabotan yang digunakan di Indonesia masih didominasi produk asing, seperti Cina.

"Kalau untuk furniture itu kita 40 persen, luar (negeri) 60 persen. Karena kita tidak bisa bersaing sama Cina. Produksinya massal. Harganya belum bisa disaingi. Sementara kita masih hand made," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP