Dahlan sebut pembentukan bank syariah nasional disalahartikan

Isu yang muncul adalah pengurangan karyawan bank BUMN syariah.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Dahlan sebut pembentukan bank syariah nasional disalahartikan
bank expo. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan kembali menceritakan keinginannya menciptakan bank syariah berskala nasional. Kapasitas bank syariah di Indonesia saat ini masih sangat kecil. Meskipun semua bank syariah di Indonesia dikumpulkan, besarnya hanya satu per tujuh bank syariah Malaysia.

Namun, belum juga terealisasi, Dahlan sudah diserang isu pengurangan pegawai bank syariah karena adanya program ini.

"Begitu saya sampaikan alternatif-alternatifnya belum-belum sudah disalahartikan pengurangan karyawan syariah jadi isu. Padahal tidak ada hubungannya pengurangan karyawan syariah. Sama sekali tidak ada pengurangan syariah," tegas Dahlan ketika ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Minggu (19/5).

Dahlan hanya kembali menjelaskan bagaimana cara membesarkan perbankan syariah yang ada saat ini. Dahlan meminta para direksi BUMN yang punya anak usaha bank syariah agar membesarkan bank syariahnya.

"Direktur utama yang mempunyai syariah dinilai prestasinya apakah syariah itu berkembang dengan baik," kata Dahlan.

Para dirut BUMN yang mempunyai syariah akan dibina khusus agar bisa memperbesar anak usahanya tersebut.

Dahlan akan melihat sampai akhir tahun ini seberapa besar perkembangan dan pertumbuhan perbankan syariah di tanah air. Untuk langkah selanjutnya Dahlan masih enggan menjelaskannya. "Saya lihat sampai akhir tahun ini dan potensi maksimal bagaimana, itu dulu,"tegas Dahlan.

Dalam pikiran Dahlan, bank syariah nasional yang besar akan bisa hidup karena akan mengelola dana haji. Bank syariah bisa bertahan awal dan setoran calon jamaah tersebut yang total nilainya diperkirakan mencapai Rp 40 triliun.

"Itu sudah Undang-Undang yang urus dana gaji," singkatnya.

Rekomendasi