Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyoroti keberadaan hantu-hantu berdasi yang mengganggu realisasi investasi di Indonesia.
Temuan ini didapatnya saat dia pertama kali menjabat pada 2019, di mana ada sekitar Rp708 triliun investasi mangkrak. Saat dikulik, ternyata persoalan yang melibatkan ego sektoral di banyak instansi pemerintahan ini cukup rumit.
"Kita tahu bahwa terjadi ego sektoral yang sangat luar biasa. Di kementerian/lembaga ego sektoralnya perlu disampaikan begitu luar biasa sekali. Aturan kita yang tumpang tindih antara kabupaten/kota, provinsi dan pusat. Ditambah lagi dengan persoalan biaya tanah di kawasan industri yang cukup tidak kompetitif dibandingkan dengan beberapa negara lain," ungkapnya secara virtual, Kamis (21/1).
Bahlil menyebutkan, saat ini pihaknya telah menyelesaikan Rp474,9 triliun total nilai investasi yang mangkrak. Salah satunya investasi dari Lotte Chemical sebesar Rp61,2 triliun.
Diceritakannya bahwa investasi Lotte Chemical seputar persoalan tanah sudah 5 tahun tak kunjung selesai. Menurut dia, hantu berdasi jadi salah satu penyebabnya.
"Memang tidak bisa dinaifkan bahwa pemain-pemain di lapangan ini banyak. Pemainnya ini dalam bahasa saya ini, mohon maaf saya pakai bahasa kasar sedikit, ini semacam hantu-hantu. Ada hantu berdasi, ada hantu tidak berdasi, dan yang bisa selesaikan ini hanya orang yang pernah belajar hantu atau tahu ilmu hantu. Kalau enggak, ya enggak selesai," tuturnya.
Namun begitu, Bahlil tetap menaruh harapan terhadap iklim investasi pada 2021 ini. "Investasi kita setiap tahun naik tapi tidak diiringi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang agak bagus," ujarnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com