Bos BCA akui masih sulit prediksi dampak kebijakan tax amnesty
Merdeka.com - Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengaku sulit memprediksi paska kebijakan tax amnesty disetujui. Akan tetapi, kebijakan ini bakal mendorong pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan.
"Tax amnesty belum bisa dipikirkan atau terjemahkan dalam realisasi. Apakah akan likuiditas meningkat di pasar atau impact lainnya, ini belum bisa dilihat benang merahnya," ujar Jahja di Hotel Kempinski Jakarta, Rabu (20/7).
Menurutnya, masuknya dana repatriasi tax amnesty juga akan meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak. Kendati demikian, lanjut Jahja, dampak kebijakan tax amnesty ini sangat besar.
"Tapi untuk sekarang ini kami sulit apalagi di semester II, apa yang akan terjadi belum tahu terutama untuk pinjaman. Karena kredit enggak bisa memaksakan pasar kalau situasinya sedang lesu," tuturnya.
Jahja menambahkan, BCA siap menampung dana tax amnesty. Pihaknya pun telah menyiapkan persyaratan seperti instrumen Rekening Dana Nasabah (RDN). Nantinya, sebagai salah satu bank yang akan menerima dana tax amnesty ini akan disalurkan ke reksadana.
"Ya itu memang satu hal yang bagus, artinya gini kita bisa melihat penyaluran itu semacam reksadana karena memang kalau kredit enggak berani memaksakan pasar kalau tidak situasinya lesu kan enggak mungkin paksakan kredit kita seperti itu kan," pungkasnya. (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya