Blok Masela, proyek kilang terapung dinilai untungkan industri kapal
Merdeka.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) menilai proyek pembangunan kilang gas alam cair (LNG) terapung bakal menguntungkan industri maritim di Tanah Air. Atas dasar itu, lembaga dulu bernama BP Migas itu menyetujui revisi rencana pengembangan (PoD) Blok Masela yang diajukan Inpex Corporation.
"Dari 109 galangan kapal yang ada SKK Migas sudah pelajari 10. Dari sepuluh yang potensial lima, arahnya begitu," jelas Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Jakarta, Rabu (9/10).
Kendati demikian, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli meminta rencana pengembangan blok Masela dikaji ulang. Sebab, proyek kilang gas terapung dinilai tak menguntungkan perekonomian nasional.
"Beliau kan ketemu saya baru pertama, mungkin beliau belum tahu konsepnya secara keseluruhan itu seperti apa? Concern beliau itu bagaimana dampaknya dengan regional development, terus sudah saya jelaskan, sementara ini idenya begini. Beliau bilang itu bagus," ungkapnya.
Sebenarnya, menurut Amien, Rizal Ramli tak menolak proyek kilang terapung. Rizal hanya mengajukan opsi alternatif berupa pembangunan jaringan pipa gas.
"Kami memiliki pemikiran sama soal Regional development, terus memperkuat kapasitas nasional sama. Tapi, jangan lupa hulu migas itu mengoperasikan 600 kapal lebih, terbesar di negara ini."
Kementerian ESDM memutuskan menggunakan konsultan independen untuk menentukan opsi terbaik untuk pengembangan Blok Masela.
"Nah, rekomendasinya diberikan ke Pak Menteri ESDM. Pak menteri baca itu kan dan pasti buat keputusan." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya