Pemerintah telah kembali membuka pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI). Rencananya, pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini, ada 22 negara tujuan. Namun demikian, pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap.
"Pembukaan ini memang belum serentak, belum ke semua negara, belum untuk semua jabatan, belum juga untuk semua skema penempatan," ujar Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Aris Wahyudi dalam video konferensi, Kamis (30/7).
Berdasarkan hasil evaluasi, Aris menyebutkan 14 negara yang siap menerima PMI pada tahap pertama. Di antaranya;
1. Aljazaer
2. Australia
3. Hongkong
4. Korea
5. Kuwait
6. Maladewa
7. Nigeria
8. Uni Emiraers Arab
9. Rrohingya
10. Qatar
11. Taiwan
12. Turki
13. Zambia
14. Zimbabwe
Sebelumnya, Badan Pelindung Pekerja Migran (BP2MI) mencatat sebanyak 88.973 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) di sisko BP2MI yang siap berangkat.
Pembukaan ini akan dilakukan secara bertahap berdasarkan negara penempatan yang sudah dapat menerima pmi. Tahapan berdasarkan sektor pekerjaan, yakni dengan mempertimbangkan tingkat kerentanan terpapar covid-19, tahapan berdasarkan proses penempaan, dan tahapan berdasarkan jenis pekerjaannya.
Reporter: Pipit Ika Ramdhani
Sumber: Liputan6.com