Najwa Shihab Teringat Ucapan Sang Ayah 3 Tahun Lalu, Sekarang Sebut Koruptor Maling!
Merdeka.com - Najwa Shihab mengunggah video dirinya dengan sang ayah Quraish Shihab. Hal ini lantaran dirinya teringat ucapan sang ayah tiga tahun lalu.
Khususnya terkait dengan koruptor. Lantas bagaimana ucapan Quraish?
Melansir dari akun Instagram najwashihab, Minggu (29/8), simak ulasan informasinya berikut ini.
Koruptor Adalah Pencuri
Najwa Shihab mengingat kembali perkataan sang ayah tiga tahun lalu. Ucapan tersebut berkaitan dengan koruptor dan pencuri. Apalagi melihat sederetan kebijakan dan perlakukan pada pencuri uang rakyat makin lunak.

Instagram najwashihab ©2021 Merdeka.com
"Ini perbincangan saya 3 tahun lalu dengan Abi @quraish.shihab 'Koruptor itu terlalu halus, sebut saja pencuri'. Saya teringat lagi perkataan abi ini ketika melihat postingan @remotivi.or.id "Makna Korupsi Makin Keropos"," tulisnya.
"Sederetan kebijakan dan perlakuan terhadap pencuri uang rakyat memang makin lunak. Berbagai keistimewaan kerap didapatkan sejak proses pengusutan perkara hingga saat mereka di penjara," lanjutnya.
Penyintas Korupsi
Najwa juga menyentil istilah baru yang digunakan oleh KPK. Istilah tersebut adalah 'Penyintas Korupsi', di mana menurutnya penyintas itu artinya adalah korban.
Instagram najwashihab ©2021 Merdeka.com
"Belum lama KPK bahkan menggunakan istilah "penyintas korupsi" untuk para maling ini. Penyintas itu artinya korban. Yang maling mereka, kok yang jadi korban mereka juga? Plis deh," ungkapnya."Mulai sekarang, saya akan ikut kata Abi. Sebut saja mereka pencuri," tutup Najwa Shihab.
Ucapan Sang Ayah
Sebelumnya, Najwa Shihab pernah berbincang dengan sang ayah mengenai korupsi dan pencuri. "Abi enggak suka kata korupsi kenapa?" tanya Najwa ke ayahnya."Terlalu halus," jawab Quraish Shihab.
Instagram najwashihab ©2021 Merdeka.com
"Koruptor terlalu halus? Apa yang pas?" tanya Najwa."Terlalu halus. Pencuri," jawab sang ayah."Pencuri?" tanya Najwa."Iya. Kan kita juga menggunakan kata pencuri, itu tidak ada bedanya dengan pencuri. Kenapa orang miskin yang mengambil bukan haknya dinamai pencuri? Kenapa kalau pejabat atau pegawai kita namai koruptor? Dia itu pencuri," jelasnya."Jadi intinya bahwa koruptor itu harus dipermalukan, itu satu. Karena mereka tidak punya malu, maka harus lebih dari dipermalukan. Buktinya kita lihat yang tertuduh atau tersangka itu kan masih ketawa-ketawa. Tidak cukup itu pakaian kuning yang dipakainya. Harus lebih dipermalukan dan dia harus disadarkan," sambungnya.
Video Ucapan Quraish Shihab
Berikut videonya.
(mdk/tan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya