Penghasilan WhatsApp kalah telak dengan aplikasi Asia ini

WhatsApp memiliki 900 juta pengguna aktif setiap bulannya, namun penghasilannya masih kalah dengan aplikasi chatting ini

Larensi Mahligai Mustika Rani
Penghasilan WhatsApp kalah telak dengan aplikasi Asia ini
Ilustrasi Aplikasi Chatting. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Saat ini, sangat banyak aplikasi chatting yang bisa diunduh secara gratis. Semua aplikasi tersebut juga memiliki penggemarnya masing-masing, mulai dari WhatsApp, Line, Viber, Wechat, dan masih banyak lagi. Biasanya, keberhasilan aplikasi chatting dilihat dari jumlah pengguna aktif.

Aplikasi WhatsApp sendiri, dipandang banyak orang sebagai aplikasi chatting paling berhasil, karena memiliki 900 juta pengguna aktif setiap bulannya. Namun, walaupun WhatsApp mempunyai pengguna paling banyak, penghasilannya jauh di bawah aplikasi chatting yang lain, terutama aplikasi chatting dari Asia.

Wechat dari China contohnya, mempunyai penghasilan rata-rata Rp 95.000 dari setiap penggunanya. Kakaotalk mendapatkan sekitar Rp 57.000 dan Line mendapatkan Rp 43.000 dari setiap penggunanya. Penghasilan tersebut tidak sebanding dengan penghasilan WhatsApp yang memberikan layanan gratis kepada penggunanya, walaupun secara teoritis pengguna harus membayar 0,99 dollar per tahun.

Sementara WeChat mendapatkan penghasilan 42 miliar dollar dari 600 juta pengguna aktif, Line mendapat 632 juta dollar dari 200 juta penggunanya, WhatsApp hanya menghasilkan sekitar 54 juta dollar dari 900 juta pengguna aktif.

Hal ini disebabkan karena WhatsApp hanya membebankan biaya tahunan, sedangkan aplikasi Asia seperti Line dan WeChat, menjual stiker, aplikasi, dan games diluar download gratis aplikasi chattingnya. Aplikasi non Asia seperti Facebook Messenger juga mencoba menjual stiker, namun kini banyak stiker yang bisa didapatkan secara gratis.

Aplikasi chatting dan messaging memang sangat dibutuhkan oleh banyak orang di dunia. Menurut prediksi, pengguna aplikasi chatting juga akan bertambah banyak. Pada tahun 2018 nanti, diprediksi akan menambah 1,1 miliar pengguna baru.

Rekomendasi