Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menggandeng Koperasi Seniman dan Budayawan Yogya (Koseta) untuk membangun konsep cara berjejaring yang berbasiskan teknologi. Konsep Koseta ini bertajuk “Resoilnation", upaya menuju Resolusi Seni melawan pandemi Covid-19.
Tujuan Resolusi Seni berbasis teknologi adalah satu platform payment gateway–online submission di laman www.Resoilnation.id.
Pandemi virus corona di Indonesia berdampak sangat besar pada semua profesi pekerjaan, termasuk seniman. Sektor industri kreatif termasuk pekerja seni juga terdampak besar. Berbagai rencana yang telah tersusun terpaksa dibatalkan.
Yudho Giri Sucahyo, Ketua PANDI, mengatakan pihaknya merasa tertantang untuk terlibat dan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap pameran ini. Nilai tambah dari pameran ini di luar logika umum, karena seluruh karya yang dijual akan dikelola untuk penciptaan lahan–lahan pertanian baru.
“Kegiatan ini diharapkan mendukung program ketahanan pangan di tengah ancaman pandemi yang belum dapat kita ketahui dan efek domino yang mengancam keberlangsungan ekonomi dan sosial budaya di Indonesia dan dunia,” ujarnya Yudho dalam keterangan resminya, kemarin.
Dukungan PANDI yang bermitra dengan penyedia jasa telekomunikasi Citrahost diwujudkan berupa pemberian hibah domain dan hssting bagi seluruh pameris dan pembuatan website resoilnation. Setelah pameran, para mitra juga akan mengembangkan kapasitas seniman dengan pelatihan daring bagi 50 seniman guna membangkitkan visibilitas seniman Indonesia di era digital.
Risang Yuwono, Direktur Program Resoilnation, menjelaskan kolaborasi antara PANDI dan Koseta merupakan ikhtiar untuk menjaga eksistensi pekerja seni. Harapannya dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi dan ketahanan pangan bagi pelaku seni.
“Tak hanya soal eksistensi, kami juga membuka wacana pameran dengan sistem legal yang komprehensif dengan dukungan SCW Legal & Partner untuk mengajarkan seniman betapa pentingnya infrastruktur hak atas kekayaan intelektual di tengah lemahnya sistem perlindungan hak cipta di Indonesia,” ujarnya .
Advertisement
Kolaborasi antara PANDI dan Koseta tersebut mendapat apresiasi dari GKR Mangkubumi, sebagai transformasi dunia kreatif dari konvensional menuju era digital.
“Saya melihat di era sekarang ini diperlukan sebuah usaha yang tidak kalah inovatif dari negara-negara maju di dunia, tak lain agar pelaku seni di Indonesia bisa bersaing dengan dunia internasional,” ujar GKR Mangkubumi, di sela pertemuan dengan PANDI di Yogyakarta, Jumat kemarin.
GKR Mangkubumi berharap pelaku seni di Indonesia dapat bangkit dan kreativitasnya tidak terpuruk dalam pandemi ini.
“Kita tahu pandemi ini memukul semua sektor, termasuk sektor kreatif yang sangat dirasakan oleh pelaku seni. Dengan program ini, saya berharap bisa menjadi titik balik munculnya kreativitas baru dengan sentuhan digital,” ungkapnya.
Program ini juga mendapat banyak atensi dari kalangan seniman yang menyatakan akan terlibat dalam acara ini. Mereka antara lain Klowor Waldiyono, Hani Santana, Kukuh Nuswantoro, Lully Tutus, Sindu Cutter, dan Lanjar Jiwo.
“Resoilnation direncanakan dibuka secara daring pada 25 Julii tahun ini,” ujar Hazwan Iskandar Jaya, Ketua Harian Koperasi Seniman dan Budayawan.
Pendiri Koseta Sigit Sugito mengundang setiap pihak untuk dapat membingkai setiap helai karya yang dipamerkan agar menemukan rumah dan menjalin sejarah bagi para pengagum kisah.
Setiap karya dapat dikoleksi oleh siapa pun, bahkan disiapkan untuk ditransformasikan untuk menjadi merchandise yang bersama dapat dimiliki. Sebagai ingatan terhadap sejarah pandemi ini secara pribadi dan bernilai bagi sesama.
Garin Nugroho selaku kurator Resoilnatioin menambahkan kegiatan ini merupakan program yang memberikan respons atas terjadinya wabah, yang harus dihadapi oleh pekerja seni.