Kapal selam wisata Titanic yang membawa lima orang ditemukan telah menjadi potongan-potongan dari ledakan dahsyat yang menewaskan semua orang di dalamnya. Dengan demikian, proses pencarian telah berakhir.
Dilaporkan Reuters, Jumat (23/6), sebuah kendaraan selam robot yang dikerahkan dari sebuah kapal Kanada menemukan puing-puing dari kapal selam Titan pada Kamis pagi di dasar laut sekitar 1.600 kaki atau 488 meter. Hal itu disampaikan US Coast Guard, Laksamana Muda John Mauger.
Kapal selam bernama Titan tersebut, dioperasikan oleh perusahaan OceanGate Expeditions yang berbasis di AS.
Kapal selam itu hilang sejak kehilangan kontak dengan kapal pendukung permukaannya pada Minggu pagi. Percisnya 45 menit setelah menyelam menuju posisi kapal karam paling terkenal di dunia, Titanic.
Dalam pencariannya, kata John, menyisakan potongan-potongan ledakan yang tersisa, termasuk kerucut ekor kapal dan dua bagian pada lambung kapal. Sayangnya, ia tidak menyebutkan adanya sisa manusia yang terlihat.
Sebelum konferensi pers digelar, OceanGate mengeluarkan pernyataan tidak ada yang selamat di antara lima orang di kapal Titan, termasuk pendiri dan CEO perusahaan, Stockton Rush.
4 orang sisanya adalah miliarder dan penjelajah Inggris Hamish Harding, Pengusaha asal Inggris Shahzada Dawood dan putranya bernama Sulaeman; dan ahli kelautan Prancis dan ahli Titanic, Paul-Henri Nargeolet.