Grab: Kami terus tumbuh dengan dukungan pendanaan kuat

Di tahun 2016, layanan GrabBike diklaim telah bertumbuh 300 persen dari awal tahun.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Grab: Kami terus tumbuh dengan dukungan pendanaan kuat
Grab Bike. ©2015 merdeka.com

Persaingan bisnis layanan angkutan berbasis online di Indonesia begitu ketat. Para pemain seperti bertarung habis-habisan untuk memenangkan pasar. Tak jarang dari mereka sudi 'membakar uang' demi menjadi yang terdepan. Setelah beberapa waktu lalu Go-Jek mendapatkan investasi dari konsorsium investor global senilai USD 550 juta atau setara Rp 7,2 triliun, apakah membuat Grab sebagai pesaingnya gentar?Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, tidak langsung mengatakan perihal itu. Hanya saja dia menjawab bahwa saat ini kondisi kapital mereka sangat baik untuk melakukan penetrasi pasar dengan menciptakan terobosan baru. Berdasarkan informasi dari website resmi Grab, sejauh ini perusahaan besutan Anthony Tan itu telah memiliki total dana sebesar USD 700 juta."Grab telah bertumbuh menjadi platform layanan transportasi darat terbesar di Asia Tenggara, dengan serangkaian layanan yang dirancang khusus untuk pasar-pasar lokal. Kami berada di posisi yang kuat. Kondisi kapital kami sangat baik, dan memungkinkan kami untuk bertumbuh secara agresif dan lebih efisien dibandingkan sebelumnya," ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (19/08).Dikatakannya, sejauh ini Grab di Indonesia mengalami pertumbuhan terkuat yang pernah mereka alami, terutama untuk GrabCar dan GrabBike. Layanan GrabCar di Indonesia telah bertumbuh lebih dari 250 kali sejak pertengahan 2015.Di tahun 2016, layanan GrabBike diklaim telah bertumbuh 300 persen dari awal tahun, selagi mengurangi subsidi untuk GrabBike per pekerjaan yang terselesaikan sampai dengan 50 persen."Sejak kita pertama kali hadir di Indonesia dua tahun lalu, Indonesia saat ini telah menjadi pasar terbesar untuk Grab di Asia Tenggara. Teknologi machine learning dan kemampuan data analytics dari Grab telah mendorong pertumbuhan yang signifikan dan memungkinkan efisiensi yang lebih besar seiring dengan waktu. Hari ini, kendaraan pribadi dan motor mencakup sebagian besar dari bisnis keseluruhan dari Grab," tuturnya.Di sisi lain, menurut hasil survey yang dilakukan oleh Lembaga riset global, Growth for Knowlegde (GfK) Indonesia yang dipublikasikan pada bulan Maret 2016 tentang aplikasi transportasi berbasis online yang sering digunakan. Data tersebut menunjukan jika Grab masih kalah dibandingkan Go-Jek dari sisi intensitas penggunaannya."Untuk aplikasi transportasi, Go-Jek paling banyak digunakan. Lalu disusul oleh Grab, Kereta Api Indonesia, JNE, dan Uber," ujar Robin Muliady, Media Director Consumer Choices, GfK Indonesia.

Rekomendasi