Demi industri perbankan, Telkomsigma lakukan inovasi digital

Telkomsigma memiliki 50 klien perbankan besar dan 100 BPR

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Demi industri perbankan, Telkomsigma lakukan inovasi digital
Telkomsigma. ©2016 Merdeka.com

CEO Telkomsigma, Judi Achmadi, mengatakan, pihaknya terus melakukan inovasi di sistem ICT solution miliknya. Hal ini tak lepas dari kebutuhan industri khususnya perbankan yang selalu menekankan inovasi berbasis digital. Kali ini pihaknya melakukan inovasi dengan menghadirkan Arium Banking Suites.

"Tujuan kita ini, pertama merespons kebutuhan pasar terutama perbankan yang pengen digital semua sehingga produk kita ubah menjadi digital semua," kata dia kepada awak media di Jakarta, Rabu (20/4).

Dia menambahkan, jika kebutuhan nasabah perbankan saat ini, sudah bergeser kepada pelayanan yang cepat, mudah, dan dapat dikendalikan nasabah. Oleh sebab itu, perbankan harus memiliki layanan digital end to end. Artinya, antara layanan di customer service dan back office berjalan cepat dan sistem pengumpulan pembayaran dilakukan secara digital.

Di sisi lain, dengan melakukan inovasi ini, dirinya mengakui, agar para kliennya tetap bekerja sama dengan pihaknya. Saat ini, Telkomsigma memiliki 50 klien perbankan besar dan 100 BPR. Tahun ini ditargetkan ada penambahan 100 BPR lagi. Telkomsigma, memberikan layanan solusi BPR sejak Juni 2015 lalu.

"Tahun ini kita jaga agar pelanggan 50 klien perbankan yang besar masih bisa bekerja sama dengan kita. Jadi, di tahun ini kita akan masuk ke pelanggan perbankan yang udah existing dulu," terangnya.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, solusinya itu akan dilengkapi dengan Graphic User Interface yang memudahkan nasabah perbankan menikmati layanan perbankan 24 jam. Selain itu, mempercepat proses data, mudah diintegrasikan dengan berbagai channel branchless, dan adaptif terhadap pertumbuhan bisnis. Di sisi investasinya, ia mengakui tak membutuhkan dana yang besar.

"Ini kan software. Investasi kita itu, menitikberatkan pada keterlibatan 200 programmer dalam negeri dari berbagai perguruan tinggi Indonesia seperti di antaranya ITS, ITB, dan Telkom University. Jadi ini karya anak bangsa," jelasnya.

Rekomendasi