Carousell, mobile classified app yang fokus pada preloved fashion di Indonesia, mengklaim telah berhasil mencapai 20 kali pertumbuhan bisnis sejak diluncurkan pada Desember 2014. Dikatakan Co-founder Carousell, Marcus Tan, pertumbuhan mereka di Indonesia berkat strategi getok tular.
"Komunitas Indonesia telah sangat mendukung sejak Carousell dilucurkan. Pertumbuhan kami berawal dari mulut ke mulut, melalui keluarga, teman, dan influencers yang berbagi pengalaman positif selama menggunakan Carousell," jelasnya dalam keterangan resminya, Rabu (15/06).
Disebutkan dia, semenjak diluncurkan di Singapura pada Mei 2012, Carousell telah melakukan ekspansi ke 12 kota besar di seluruh dunia, termasuk Taipei, Hong Kong, dan Jakarta. Kaum milenial merupakan kelompok yang paling gemar menikmati jual beli barang melalui smartphone, menghasilkan lebih dari 33 juta listings di Carousell terhitung tanggal 31 Mei 2016.
"Penetrasi internet di Indonesia sudah semakin meningkat. Dengan lebih dari 52 juta pengguna smartphone, dan semakin banyaknya orang yang merasakan menggunakan internet untuk pertama kalinya dengan telepon mereka, telepon genggam telah berkontribusi sebanyak 70 persen dari penggunaan internet di Indonesia. Carousell menyuarakan generasi pengguna internet yang telah meninggalkan internet desktop dengan melakukan pendekatan mobile-first untuk memecahkan masalah lokal yang unik," terangnya.
Dengan lebih dari 70 listings per menit di 2015 secara global, dan sekitar 23 persen pertumbuhan pengguna Indonesia setiap bulannya semenjak diluncurkan pada Januari 2015, Carousell berkomitmen untuk menguatkan posisinya di Indoneia melalui inisiatif community engagement yang lebih aktif untuk mengenalkan berbagai preloved itemsdi Carousell dengan menggunakan teknologi tercanggih yang memudahkan pengguna Indonesia untuk menjual dan membeli barang melalui smartphone mereka.