Bos Bukalapak: Kompetisi seperti masuk kelas unggulan

"Bukalapak ingin kembangkan bahwa kita harus fight. Kalau pemain lain punya kapital yang besar, kita pakai kreativitas."

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bos Bukalapak: Kompetisi seperti masuk kelas unggulan
Ilustrasi e-commerce. ©2015 Merdeka.com

Industri e-commerce di Indonesia semakin berkembang dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini. Para pemain e-commerce top dunia juga menjajal meramaikan industri yang terbilang masih baru ini, seperti Amazon, eBay, dan lainnya.

Melihat hal itu, maka persaingan pun terlihat semakin ketat. Meski persaingan semakin ketat, nyatanya tak membuat gentar pemain e-commerce lokal. Justru dengan adanya kompetisi, membuat industri ini semakin bergairah.

"Kompetisi lebih banyak justru saya lebih senang. Ibaratnya kita masuk kelas unggulan. Di sana kita ditempa. Akhirnya, mentalnya terbiasa. Ini juga saya bangun di Bukalapak," ujar pendiri sekaligus CEO Bukalapak, Achmad Zaky, saat buka puasa bersama dengan awak media di Jakarta, Kamis (23/06).

Dikatakannya, di Bukalapak sendiri ditanamkan pola pikir untuk terus berjuang menghadapi persaingan di industri ini. Kreatifitas menjadi salah satu kuncinya.

"Bukalapak ingin kembangkan bahwa kita harus fight. Kalau pemain lain punya kapital yang besar, kita pakai kreativitas. Teman-teman tahulah kapital kita tidak sebesar pemain yang lain. Tapi kita tetap harus berjuang dan kembangkan terus," jelasnya.

Salah satu cara yang dilakukan oleh Bukalapak adalah terus menggaet para pelapak muda untuk bergabung di platformnya. Tentu saja dengan tawaran pendapatan yang meningkat. Saat ini ada sekitar 1 juta lebih jumlah pelapak yang ada di Bukalapak.

Rekomendasi