Avast Software, pemimpin produk keamanan digital untuk level consumer dan korporasi, meluncurkan produk terunggul AVG, yaitu AVG AntiVirus FREE, AVG Internet Security, dan AVG TuneUp. Dirilis 120 hari setelah Avast mengakuisisi AVG, produk-produk terbaru ini mengkombinasikan teknologi terbaik dari Avast dan AVG.
Tujuanya untuk memberikan perlindungan keamanan yang tidak tertandingi, tapi cocok digunakan oleh siapa saja bersama dengan peningkatan kinerja untuk komputer dan tampilan yang bersih, sederhana, dan mudah digunakan.
Pengguna yang mengunduh produk AVG AntiVirus FREE and AVG Internet Security akan mendapatkan perlindungan real-time terhadap malware 'zero-second'. Ini berkat komponen CyberCapture dari Avast yang merupakan smart file scanner berbasis cloud.
Versi terakhir dari produk ini dapat melindungi pengguna dari ancaman virus dan malware termasuk ransomware, mencegah aksi hacking, mengamankan website dan aktifitas email, serta memastikan data pribadi akan tetap menjadi data rahasia. Tampilan antarmuka baru membuat siapa saja dapat mudah untuk meng-install, menavigasi dan mengelola semuanya dari satu tempat.
Dalam rilisnya pada Merdeka.com kemarin, fitur gratis untuk meningkatkan performa komputer menggunakan AVG TuneUp, diintegrasikan dengan produk keamanan untuk membantu pengguna dalam mengatur kesemrawutan data. Sehingga dapat menjaga komputer berjalan secara lancar. Produk AVG TuneUp secara keseluruhan dibekali dengan fitur baru Software Updater, yang secara otomatis memeriksa dan meng-install update terbaru dari berbagai aplikasi populer dan penting pada komputer untuk menghilangkan celah keamanan, memperbaiki bug, dan menambah fitur baru.
Vince Steckler, Chief Executive Officer Avast, mengatakan kombinasi AVG dan Avast untuk mendeteksi dan menganalisis ancaman memberikan kami wawasan luas mengenai tren kejahatan cyber. Misalnya, kami melacak bahwa ransomware meningkat lebih dari 105 persen di 2015-2016.
"Berdasarkan data kami, hal ini hanya akan terus meningkat. Tingkat kesadaran konsumen terhadap eksploitasi keamanan juga pada puncaknya, mengingat banyak penginfeksian ransomware dan inside hacking yang dilaporkan di tahun lalu. Di zaman kita lebih banyak terkoneksi, keamanan menjadi suatu keputusan secara sadar dan mendorong setiap orang untuk memilih produk yang tepat untuk kebutuhan khusus mereka,” pungkas dia.