Berbeda dengan mamalia lain yang mempunyai panjang dan lebar tubuh seimbang, jerapah justru memiliki tubuh kurus nan panjang menjulang. Dan, ilmuwan baru saja sukses mengungkap cara leher panjang jerapah terbentuk.
Berdasarkan penelitian dari 71 fosil dari 9 spesies 'nenek moyang' jerapah dan jerapah modern, ilmuwan dari New York Institute of Technology baru-baru ini menyatakan bila kemunculan leher panjang jerapah bermula 16 juta tahun silam. Menariknya, saat itu keluarga jerapah belum ada! Bagaimana bisa?
Nenek moyang pertama jerapah
Semua bermula dari nenek moyang jerapah paling awal, yakni hewan mirip rusa bernama Prodremotherium yang hidup sekitar 25 juta tahun lalu.
Prodremotherium lalu berevolusi menjadi Canthumeryx, 16 juta tahun lalu. Leher Canthumeryx (yang masih mirip rusa) sudah menunjukkan tanda-tanda mengalami perpanjangan. Baik Prodremotherium dan Canthumeryx sendiri oleh ilmuwan tidak diklasifikasi dalam keluarga jerapah, alias nenek moyang jauh.
Keluarga jerapah pertama kali muncul
Keluarga jerapah baru muncul sekitar 7 juta tahun lalu, ditandai dengan kemunculan Samotherium, yang juga evolusi dari Canthumeryx. Samotherium adalah kerabat jerapah dengan leher cukup panjang yang kini sudah punah. Ukuran dari Samotherium kira-kira separuh dari jerapah modern, dan dengan tubuh yang lebih berisi.
Berbeda nasib dengan Samotherium, Canthumeryx jutaan tahun lalu juga melahirkan keturunan baru yang kelak terus berevolusi menjadi jenis mamalia berleher panjang yang kini kita kenal sebagai jerapah (Giraffa camelopardalis).
Lalu, apa yang sebabkan leher jerapah memanjang?
Advertisement
Ini yang sebabkan leher jerapah panjang
Lebih lanjut, ilmuwan mengatakan bila evolusi leher panjang jerapah disebabkan oleh dua hal, yakni sumber makanan dan seleksi seksual.
Persaingan ketat mencari makan telah membuat nenek moyang jerapah untuk mencari makanan lain yang minim kompetisi, yakni daun-daunan yang ada di atas pohon. Lama kelamaan (hingga jutaan tahun), kebutuhan mencari makan ini membuat leher jerapah beradaptasi dengan semakin memanjang. Hasilnya, kini mereka bisa menjangkau makanan yang tidak bisa dijangkau hewan lain.
Kedua, adalah seleksi seksual. Seperti yang kita ketahui, jerapah tidak hanya menggunakan leher panjangnya untuk mencari makan, tetapi juga bertarung untuk memperebutkan betina!
Hal ini membuat leher panjang nan kuat adalah sebuah kebutuhan yang perlu dimiliki keluarga jerapah untuk mendapatkan betina atau dengan kata lain, berkembang biak. Imbasnya, hanya jerapah-jerapah dengan leher panjang yang berhasil kawin dan melahirkan keturunan yang berleher panjang.
Sumber: Royal Society Open Science