Ainun Najib selaku pendiri kawalpemilu.org telah resmi bergabung dengan Traveloka. Mantan konsultan IT senior IBM Singapura itu kini akan berperan sebagai data scientistTraveloka.
Di traveloka Ainun Najib bertugas mengolah data dalam volume besar (big data) menjadi insight berguna. Kepindahan Ainun ke Traveloka ternyata juga dilatarbelakangi oleh visi dan misi yang sama.
"Saya dan Traveloka punya misi yang sama, yakni sama-sama memajukan Indonesia secara nyata lewat teknologi," ungkap Ainun.
Bergabungnya Ainun ke Traveloka tentu membuat persaingan startup di ranah pemesanan tiket pesawat dan hotel di tanah air semakin berkembang.
Berikut wawancara Merdeka.com dengan Ainun Najib, (09/02).
Merdeka.com: Bagaimana ceritanya kok bisa bergabung dengan traveloka?
Ainun: Iya saya sudah lama dengar sepak terjang Traveloka. Salut dengan anak-anak muda hebat Indonesia. Founders nya kan keren-keren, mereka tinggalkan Silicon Valley untuk merintis startup di Indonesia
Lalu, ada teman lama di Traveloka yang menghubungkan. Ada peluang bergabung sebagai Data Scientist. Exciting sekali itu kemudian follow up ngobrol-ngobrol sampai akhirnya settled.
Merdeka.com: Sebetulnya apa sudah lama ingin bergabung di traveloka?
Ainun: Tidak spesifik begitu. Tepatnya ingin bergabung dengan geliat startup di Indonesia yang sedang hot dan potensinya besar sekali
Merdeka.com: Selain Traveloka, ada tidak yang mengajak untuk bergabung juga?
Ainun: Traveloka aja so far.
Merdeka.com: Apa mimpi Anda di Traveloka?
Ainun: Saya ingin belajar dari pemuda-pemudi Indonesia terbaik yang ada di Traveloka. Top talents Indonesia sekarang berkumpul di sana.
Salut saya. Hebat-hebat.
Merdeka.com: Ada target apa dari Traveloka sendiri?
Ainun: Oh ya pasti, namanya juga profesional. Peran Data Scientist tentunya menganalisa data untuk menemukan insight yang berguna bagi strategi dan pengambilan keputusan perusahaan.
Di zaman ini perusahaan yang tidak menggunakan analisa data dipastikan akan ketinggalan dan rawan salah langkah.
Merdeka.com: Jadi kepindahan ini murni panggilan hati ya, bukan karena fasilitas baik tempat tinggal, pendapatan, dll dari Traveloka yang ditawarkan? Sebelumnya kan menjadi konsultan di IBM Singapura, tentu saja surga fasilitas.
Ainun: Balance ya, keseimbangan antara peluang kontribusi ke startup Indonesia dan realita kebutuhan hidup.