Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan bahwa pihaknya akan mengirim tim untuk mempelajari penerapan teknologi Google Fiber di markas Google, California, Amerika Serikat.
Rencananya itu, sudah dia bicarakan dengan pendiri Google Sergey Brin kala berkunjung di kantornya, Kemkominfo, belum lama ini.
"Sergey udah oke kita kirim orang buat mempelajari Google Fiber," ujarnya saat ditemui Merdeka.com, Jakarta, Rabu (6/1).
Tujuannya mengirim tim ke markas Google, hanya ingin menimba ilmu agar Indonesia juga tak ketinggalan soal kekinian teknologi.
"Kita gak boleh merasa paling jago, paling hebat. Kita mesti banyak pelajari, kalau ada yang bisa kita adopsi, kita adopsi. Saya kadang-kadang kaget juga ketika melihat perkembangan teknologi ICT yang begitu cepatnya. Makanya, kita harus belajar cepat. Kecepatan itu penting, kita ini di dunia ICT," jelas dia.
Menteri yang memiliki segudang pengalaman di industri telekomunikasi ini pun menegaskan kembali jika hal tersebut tidak ada kaitannya dengan izin Google Fiber di Indonesia. Diungkapkannya, Google Fiber hanya sebatas di Amerika saja.
Google Fiber ini merupakan teknologi fixed broadband. Hal itu tentu saja senada dengan fokus kerja di Kemkominfo di tahun 2016 ini, yakni memprioritaskan pembangunan fixed broadband.