5 korban bunuh diri akibat cyberbullying

Cyberbullying tidak dapat dianggap remeh karena yang terburuk dapat berujung pada kematian

Feronika Azmil
Oleh Feronika Azmil - Reporter
5 korban bunuh diri akibat cyberbullying
Ilustrasi Cyberbullying. ©2013 Neahin.org

Social media, salah satu wadah yang memberikan kebebasan berpendapat dan sering diagung-agungkan ternyata juga memiliki sisi gelap. Adanya cyberbullying menunjukkan bahwa kebebasan tersebut malah disalahgunakan untuk menyakiti orang lain.

Tidak sedikit orang yang menjadi korban cyberbullying baik di Twitter dan Facebook. Banyak di antaranya tak kuat menerima tekanan dan memilih untuk mengakhiri hidup. Berikut adalah lima korban cyberbullying yang mengakhiri hidupnya.

Katie Webb

Gadis cantik asal Inggris ini mengakhiri hidupnya di usia yang masih sangat muda, 12 tahun. Katie ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Evesham, Worcestershire, Inggris lantaran tak kuat menerima cacian dari teman-temannya melalui Facebook. Dia mendapat hinaan karena teman-temannya menilai gaya rambut Katie tidak keren dan karena dia juga tidak memakai baju bermerek.

Lara Burns

Gadis asal Irlandia ini mengakhiri hidupnya di usia yang masih sangat muda, 12 tahun. Lara ditemukan tewas di rumahnya pada tanggal 24 November 2012. Menurut penyelidikan polisi setempat, Lara diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran tak kuat menerima bully di akun social media karena penampilannya. Untuk memberikan penghormatan atas kematian gadis cantik ini, sekolah Maynooth mengibarkan bendera setengah tiang.

Amanda Todd

Remaja putri asal Kanada ini nekat mengakhiri hidupnya lantaran tak kuat menerima bully selama 3 tahun. Amanda tidak hanya menerima cyberbullying, tetapi dia juga menjadi korban pemerasan dan kekerasan fisik dari orang-orang di sekitarnya. Sebelum ditemukan meninggal, Amanda sempat mem-posting video di YouTube yang menceritakan penderitaan yang dialaminya. Video tersebut dapat dilihat melalui link berikut ini.

Megan Taylor Meier

Perempuan asal Missouri, Amerika serikat ini mengakhiri hidupnya dengan cara yang Tragis. Megan nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri. Setelah melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut, polisi menemukan bahwa Megan mengalami stres berat setelah menerima cyberbullying melalui akun social media miliknya.

Yoga Cahyadi

Pria asal Yogyakarta ini melakukan tindakan nekat dengan menabrakkan diri ke kereta api pada Sabtu 26 Mei 2013. Pria yang akrab disapa Bobby Kebo ini melakukan tindakan nekat tersebut karena karena tekanan dan hujatan akibat gagalnya acara musik Locstock Fest 2. Sebagai ketua Event Organizer acara tersebut, Yoga dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas gagalnya acara tersebut. Dalam kicauan terakhirnya, Yoga menuliskan, "Trimakasih atas sgala caci maki @locstockfest2..ini gerakan..gerakan menuju Tuhan..salam".

Cyberbullying tidak dapat dianggap remeh karena yang terburuk dapat berujung pada kematian. Harus berapa banyak lagi korban yang harus jatuh untuk dapat menghapus sisi hitam sosial media ini?

Rekomendasi