Pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Depok nomor urut 2, Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono berkomitmen untuk membangun pemerintahan yang bebas dari korupsi. Idris yakin komitmen itu bisa dijalankan lantaran sebelumnya telah memimpin Kota Depok.
"Ya InsyaAllah pengalaman kami dan pak kiai selama 10 tahun dan banyak menjalankan, akan menjalankan 5 tahun ke depan jadi 15 tahun, dan saya selama 20 tahun di pemerintahan menjaga agar tidak terjadi korupsi," kata Calon Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono, di Rumah Relawan Idris (RRI), Rabu (9/12).
Imam mengungkapkan, kemenangan pasangan Idris-Imam sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok periode 2021-2026 versi hitung cepat merupakan sebuah amanah yang dititipkan oleh rakyat. Karena itu, dia berjanji menjaga amanah itu dengan baik.
"Itu memang kita pegang terus ke depan ya sebagai suatu komitmen bersama agar yang kita pegang amanah dari rakyat untuk bisa selalu dijaga agar tidak terjadi itu. Karena memang bagi kami berdua, adalah ini amanah rakyat dan harus dijalankan sesuai amanah tersebut. Amanah kami bukan hanya rakyat tapi juga yang maha kuasa di atas itu semua," ujar dia.
Sementara itu, Calon Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, kinerja pemerintahan dikontrol oleh masyarakat, tokoh agama, dan partai pengusung. Idris meminta pimpinan partai pengusung mengingatkan untuk senantiasa menjalankan pemerintahan yang bersih.
"Jadi InsyAllah upaya-upaya saya nanti, kerja-kerja kita dikontrol juga, sama (pimpinan parpol pengusung), profesor ini, ini ustazah ini, ini ustad. Kalau Wali Kota dan Wakil Wali Kota ada gejala, nauzubillah min zalik, ke sana, jewer bang, jangan takut-takut. Jadi InsyaAllah kita upayakan untuk bisa zero yang selama ini sudah lancar," Idris menandaskan.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com