Timses Jokowi-Ma'ruf laporkan hoaks Ratna Sarumpaet ke Bawaslu

Direktorat Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin berencana melaporkan dugaan hoaks dalam berkampanye. Laporan akan disampaikan ke Bawaslu siang nanti.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Timses Jokowi-Ma'ruf laporkan hoaks Ratna Sarumpaet ke Bawaslu
Ratna Sarumpaet bantah penganiayaan. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Direktorat Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin berencana melaporkan dugaan hoaks dalam berkampanye. Laporan akan disampaikan ke Bawaslu siang nanti.

"Insya Allah Direktur Hukum dan Advokasi TKN KIK, Irfan Pulungan akan mendatangi Bawaslu pada pukul 13.00 WIB siang ini," kata Wakil Sekretaris TKN, Verry Surya Hendrawan, Kamis (4/10).

Dia menuturkan pelaporan nanti berkaitan dengan kabar bohong penganiayaan yang dilakukan Ratna Sarumpaet, yang kemudian disampaikan luas oleh kubu Prabowo-Sandiaga.

"Benar (berkaitan dengan Ratna Sarumpaet)," ungkap Verry.

Sebelumnya, Direktorat Hukum TKN, menyesalkan konferensi pers pasangan capres Prabowo-Sandi pada Selasa, 2 Oktober 2018 terkait adanya dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet. Direktorat Hukum TKN menyesalkan salah satu pimpinan Badan Pemenangan Prabowo-Sandi yang tidak melakukan kroscek terlebih dahulu atau tidak melakukan pendalaman terhadap kasus yang menimpa Ratna Sarumpaet, sehingga pernyataannya menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat.

"Sebagai seorang capres seharusnya tidak menyampaikan keterangan kepada publik yang belum diketahui kebenarannya," jelas Irfan.

"Tim Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin meminta kepada pihak Bawaslu untuk melakukan kajian tentang dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Ratna Sarumpaet selaku pimpinan Badan Pemenangan Prabowo-Sandi, yaitu dalam bentuk membuat berita bohong untuk meraih simpati masyarakat membentuk opini masyarakat dengan maksud yang bertujuan menguntungkan pasangan capres Prabowo-Sandi," jelas Irfan.

Sebelumnya, Prabowo Subianto sudah menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Prabowo minta maaf karena telah menyampaikan informasi kebohongan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet.

"Saya di sini atas nama pribadi dan sebagai pimpinan daripada tim kami, saya minta maaf kepada publik, bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya," kata Prabowo di Kertanegara, Jaksel, Rabu (3/10).

Ratna telah mengirim surat permohonan maaf kepada Prabowo dan timnya. Dalam pertemuan Selasa (2/10) siang lalu, Ratna yang mengaku dianiaya.

"Ibu Ratna Sarumpaet mengaku kepada kami dianiaya dan kami lihat sendiri dan waktu itu sudah beredar foto seperti itu dan akibat itu kami merasa sangat terusik, sangat khawatir. Dan karena itu kami menyampaikan jumpa pers," jelas Prabowo.

Dia pun kaget Ratna melakukan kebohongan. Ratna pun telah menelepon tim Prabowo-Sandiaga untuk menyampaikan permintaan maaf.

Prabowo pun bersyukur kabar penganiayaan itu tidak terjadi. Dia pun menyatakan Ratna yang selama ini dia kenal adalah pembela rakyat kecil.

"Di depan rakyat Indonesia saya minta maaf, saya merasa tidak berbuat salah. Saya akui saya grasa-grusu, tapi yasudah kita baru belajar, tim saya juga baru. Tapi tidak ada alasan, salah akui salah," tutup Prabowo.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi