Soetrisno Bachir: Kalau JK katakan reshuffle, harusnya Jokowi juga

Ketua MPP PAN ini mengatakan usulan dilakukannya reshuffle bukanlah omong kosong.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Soetrisno Bachir: Kalau JK katakan reshuffle, harusnya Jokowi juga
Sutrisno Bachir. ©2012 Merdeka.com/ Darmadi Sasongko

Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir menemui Presiden Joko Widodo di Istana. Dalam pertemuan tersebut, sempat disinggung mengenai reshuffle kabinet.Menurut Soetrisno, pergantian menteri adalah hal yang wajar. Pergantian bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan."Kalau Pak JK sudah mengatakan, harusnya Pak Jokowi juga, mereka kan satu," kata Soetrisno di Istana, Jakarta, Kamis (4/6).Lebih lanjut, Soetrisno menambahkan, Partai Amanat Nasional (PAN) tetap berada di luar pemerintahan. Namun demikian, partainya akan berada di garda depan untuk mendukung pemerintahan Jokowi-JK selagi program tersebut untuk kepentingan rakyat."Ada di luar tapi mendukung pemerintah. Itu bisa tergambar dari acara-acara ketum sering dengan Pak Jokowi. PAN dengan pemerintahan ini tak ada masalah," ucapnya.Soetrisno yang diketahui pendukung Jokowi-JK di Pilpres 2014 itu menjelaskan, walaupun lebih banyak membicarakan soal dunia usaha, bagi dia reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Presiden Jokowi. Usulan dilakukannya reshuffle bukanlah omong kosong."Usulan reshuffle itu kenyataan ya, itu bukan sesuatu yang aneh atau luar biasa, itu kewenangan yang biasa. Itu enggak ada persoalan. Pak Jokowi punya tim sendiri untuk lakukan reshuffle. Ini kalau dalam waktu dekat seperti yang tergambar ini, menteri harus bernyali," jelas Soetrisno."Kabinet sekarang bukan kabinet kerja tapi bernyali. Kalau yang kerja menterinya doang tapi enggak jalan bawahnya, sama aja bohong. Swasta juga harus membantu usaha ini. Kalau enggak bener ya kita laporkan, kita harus aktif," tutupnya.

Rekomendasi