Soal sosok cawapres di 2019, Golkar serahkan pada Jokowi

Soal sosok cawapres di 2019, Golkar serahkan pada Jokowi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, wacana calon presiden yang akan diusulkan Partai Golkar diserahkan kepada calon Presiden Joko Widodo untuk melakukan penjaringan dan seleksi.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Soal sosok cawapres di 2019, Golkar serahkan pada Jokowi
Idrus Marham ke Bareskrim. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Partai Golkar memutuskan untuk mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali maju di Pemilu 2019. Soal pasangannya, Golkar menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada Jokowi sebagai calon presiden nantinya.Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, wacana calon presiden yang akan diusulkan Partai Golkar diserahkan kepada calon Presiden Joko Widodo untuk melakukan penjaringan dan seleksi."Dalam proses penjaringan dan seleksi tersebut, Partai Golkar menghargai Pak Jokowi untuk melakukan komunikasi dengan parpol-parpol pendukungnya, termasuk Partai Golkar," kata Idrus Marham, di lokasi rapat pimpinan nasional (Rapimnas) II Partai Golkar, di Balikpapan, Kalimantan Timur, dikutip dari Antara, Selasa (23/5).Menurut Idrus, Partai Golkar dalam forum Munaslub di Bali, Mei 2016, telah menetapkan Joko Widodo sebagai calon presiden untuk pemilu presiden 2019.Aspirasi yang berkembang dari pengurus daerah Partai Golkar saat itu, kata dia, adalah untuk calon wakil presiden yang akan mendampingi Joko Widodo, diserahkan kepada Joko Widodo dalam melakukan penjaringan dan seleksi dari figur tokoh yang muncul dari bursa bakal calon wakil presiden."Proses penjaringan dan seleksi itu, dikomunikasikan dengan parpol-parpol mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden, termasuk Partai Golkar," katanya.Ketika ditanya, apakah kader senior Partai Golkar ada yang layak untuk diusulkan sebagai calon wakil presiden, menurut Idrus, dalam dunia politik, semuanya mungkin, tapi prinsipnya tidak boleh mendahului proses politik.Ketika ditanya, apakah ketua umum Partai Golkar Setya Novanto dapat diusulkan sebagai calon presiden? Menurut Idrus, semua kemungkinan dapat terjadi, tapi jika komunikasi Partai Golkar dengan calon presiden, Joko Widodo, dilakukan lebih intensif dan produktif untuk menjamin kemenangan pada pemilu presiden 2019."Selain itu, perlu juga ada jaminan kepemimpinan Joko Widodo pada periode kedua, jika memenangkan pemilu presiden 2019, dapat membuat program pro-rakyat," katanya.Idrus mengakui, salah satu target Partai Golkar pada pemilu 2019 adalah, bagaimana menaikkan elektabilitas partai. "Salah satu upaya untuk menaikkan elektabilitas partai adalah dengan mengusung figur yang memiliki elektabilitas tinggi yakni Presiden Joko Widodo," katanya.

Rekomendasi