SBY & Prabowo akan bertemu, Gerindra ibaratkan sinyal koalisi Demokrat sudah 4G

Gerindra dan Demokrat sama-sama saling mengajak untuk membangun komunikasi. Hubungan dua partai yang dipimpin purnawirawan perwira tinggi TNI ini juga berlangsung harmonis. Andre mengatakan, Gerindra saat ini fokus pada kerangka kerja sama.

Muhammad Genantan Saputra
SBY & Prabowo akan bertemu, Gerindra ibaratkan sinyal koalisi Demokrat sudah 4G
Pertemuan SBY dan Prabowo di Cikeas. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Partai Gerindra dan Demokrat tengah membangun komunikasi untuk berkoalisi di Pilpres 2019. Sinyal koalisi ini menguat pasca pertemuan antara Ketua Kogasma Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Ketua Pemenangan Pemilu Gerindra, Sandiaga Uno, beberapa hari lalu.

Rencananya, pembahasan politik akan berlanjut pada pertemuan antara ketua umum Gerindra Prabowo Subianto dan ketua umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Mudah-mudahan bisa berujung pada koalisi, nah berujung koalisi nantinya akan ketemu lah dua ketua umum ini Pak Prabowo dan Pak SBY, tunggu saja tanggal mainnya. Yang jelas biarkan tim bang Sandi dan tim mas AHY mematangkan," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade saat dihubungi merdeka.com, Kamis (24/5).

Andre menjelaskan, Gerindra dan Demokrat akan berdiskusi dulu untuk menyamakan frekuensi dan persepsi. Dia meyakini jika komunikasi baik akan berujung koalisi.

"Tapi yang jelas kalau bicara sinyal, sinyal kami dari 3G sekarang dengan Demokrat sudah berubah jadi 4G," ucapnya.

Lanjutnya, Gerindra dan Demokrat sama-sama saling mengajak untuk membangun komunikasi. Hubungan dua partai yang dipimpin purnawirawan perwira tinggi TNI ini juga berlangsung harmonis. Andre mengatakan, Gerindra saat ini fokus pada kerangka kerja sama.

"Sekarang yang perlu kita sepakati dulu koalisi dan kerangka kerja bersama. Setelah itu baru bicarakan cawapres dan dirapatkan oleh pak Prabowo dan pimpinan partai koalisi," terangnya.

Dirinya enggan komentar terbentuknya komunikasi antara Demokrat dengan Gerindra karena dipicu soal SBY yang saling sindir dengan Presiden Jokowi. Andre hanya berharap perubahan sinyal Demokrat bisa berjalan lancar.

"Wallahualam lah, itu kan hak Demokrat yang penting kita terus bangun komunikasi, gak etis lah yang dilakukan Pak Jokowi itu kepada Pak SBY," tegas dia.

Rekomendasi