Saat warga Kebayoran justru doakan Djarot jadi Gubernur DKI

Warga sesungguhnya mengapresiasi kinerja dan kepemimpinan Ahok. Namun warga tidak suka dengan perkataan Ahok.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Saat warga Kebayoran justru doakan Djarot jadi Gubernur DKI
Djarot didoakan warga jadi Gubernur DKI. ©2016 Merdeka.com

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat hanya tersenyum saat didoakan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kejadian tersebut bermula saat dia menghadiri pengajian di rumah salah satu relawan yang berada di Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Pengajian dimulai dengan pembacaan surat-surat Alquran dan hadist. Djarot dan istri pun ikut melantunkan ayat suci. Selesai menggaji, relawan Ahok-Djarot mempersilakan peserta pengajian untuk bertanya pada Djarot.

Seorang warga dengan baju kotak-kotak membuat seluruh ruangan kaget dengan ucapannya. Dia mendoakan Djarot menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Mudah-mudahan bapak jadi DKI 1. Sebab saya lihat yang sekarang ini, Ahok gelap. Kayak buah simalakama, serba salah. Kalau bapaknya sudah terbukti," kata Ketua Masjid Asyuhada, Syahruddin di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/12).

Mantan Wali Kota Blitar ini tampak tenang dan terus mendengarkan ucapan Syahruddin yang sudah sepuh itu. Syahruddin sesungguhnya mengapresiasi kinerja Ahok. Hasil kerja Ahok seperti taman-taman bermain dan ruang terbuka hijau, itu mendapat apresiasi dari Syahruffin. Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang gratis juga dianggap program sukses Ahok. Tapi dia tidak suka dengan perkataan Ahok.

"(Ahok) Di luar salah di dalam salah. Ga bisa dateng selalu ditolak, kalau jadi gubernur tambah ruwet. Kalau memimpin sih bagus, tapi mulutnya itu," tutur Syahruddin.

Di akhir ceritanya, Syahruddin minta kepada Djarot untuk membantu proyek renovasi masjid daerahnya yang sudah sesak.

Rekomendasi